This Author published in this journals
All Journal Visipena
Rina Syafrida
STKIP Bina Bangsa Getsempena

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STIMULASI KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI MEDIA TOPENG EDUKATIF DALAM BERMAIN PERAN DI PAUD CINTA ANANDA BANDA ACEH Rina Syafrida
Jurnal Visipena Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.79 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i1.51

Abstract

Usia dini merupakan usia paling penting dalam perkembangan manusia. Dalam periode ini, dasardasarkepribadian anak belum terbentuk. Salah satu kecerdasan yang sangat penting untukdikembangkan pada diri yaitu kecerdasan sosial emosional. Rangsangan terhadap Kecerdasanemosional yang diberikan pada usia dini mempengaruhi pola emosi anak hingga ia dewasa. Salahsatu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak yaitudengan metode bermain peran menggunakan topeng edukatif. Melalui metode ini anak dapat belajarberinteraksi dengan anak lain dan belajar mengelola emosinya dengan cerdas. Penelitian dilakukanpada anak kelas B di PAUD Cinta Ananda dan hasil peningkatan yang diperoleh setelahmenggunakan metode bermain peran menggunakan topeng edukatif adalah peningkatan sebesar 31,4persen pada siklus pertama dan hasil rata-rata peningkatan yang diperoleh anak pada dua kali siklusadalah 72,9%. Hasil dari penerapan metode bermain peran menggunakan media topeng edukatif iniadalah peningkatan dalam aspek Metode bermain peran menggunakan media topeng dapatmeningkatkan kualitas emosi anak dalam berkomunikasi dengan cara guru melatih anakmengkomunikasikan emosinya, meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola persaannya, baikperasaan sedih, marah, maupun gembira, meningkatkan partisipasi anak dalam bermain peran, anakdirangsang untuk menumbuhkan sifat empati sehingga anak lebih peduli terhadap situasi emosi yangdialami anak lain meningkatkan rasa tanggung jawab anak, guru melatih anak untuk dapatbertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukannya dan meningkatkan kemampuan sosialisasianak dengan cara melibatkan anak dalam permainan kelompok dan anak dituntut untuk dapatbekerjasama dengan anak lain.
KAJIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK DI KOTA BANDA ACEH Rina Syafrida
Jurnal Visipena Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.677 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i2.60

Abstract

Anak usia dini berada pada masa periode emas atau Golden age yaitu periode dimana 90 % otak anak berkembang pada rentan usia 1-5 tahun. Menurut teori Multiple Intelligence yang dikemukan oleh howard gardner, terdapat sembilan aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada setiap anak salah satunya adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik pada anak meliputi kecerdasan motorik halus dan motorik kasar anak. Kecerdasan motorik halus meliputi kemampuan yang berhubungan dengan otot halus dan mengkordinasikan mata dengan tangan. Stimulasinya dapat dilakukan melalui kegiatan yang dilakukan secara ruti seperti menyusun puzzle, meronce, melipat, menggunting dan sebagainya. Berbeda dengan kecerdasan motorik halus, kemampuan motorik kasar mengkordinasikan seluruh anggota tubuh dan berhubungan dengan aktifitas otot besar seperti berjalan, berlari, melompat dan kegiatan lainnya. Perkembangan motorik kasar anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain. Apabila anak tidak mampu melakukan gerakan fisik dengan baik akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan konsep diri negatif dalam melakukan gerakan fisik.