Problem Solving Using Newman Procedure. This article wants to provide how students solve mathematical problems of Newman Prosedur in solving mathematical problems. The Newman analysis stage help to describe mathematical problem-solving abilities. Newman Analysis are stages to understand and analyze how students solve mathematical problems. Newman Prosedure stages in mathematical problem solving, which include; (1) reading problems, (2) comprehension; (3) transformation; (4) process skills, and (5) encoding. Newman Prosedure’s research a large amount of evidence that children have difficulties with semantic structures, vocabulary, and mathematical symbols compared to standard algorithms. Throughout the problem solving process, students often make mistakes and carelessness, and there are some students who give wrong answers because they are not motivated to answer according to their level of abilityAbstrak Artikel ini ingin memberikan bagaimana peserta didik memecahkan masalah matematis melalui tahapan Newman dalam pemecahan masalah matematika, Untuk membantu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis maka digunakan tahapan analisis Newman yang dikembangkan oleh Anne Newman pada tahun 1977. Tahapan Analisis Newman merupakan tahapan untuk memahami dan menganalisis bagaimana mahasiswa memecahkan masalah matematis. Berdasarkan yang dikemukakan oleh Newman bahwa ketika seseorang berusaha menjawab sebuah permasalahan matematis, maka siswa tersebut telah melewati serangkaian rintangan berupa tahapan dalam pemecahan masalah matematis, yang meliputi; (1) membaca masalah (reading), (2) memahami masalah (comprehension); (3) mentransformasikan masalah (transformation); (4) keterampilan proses (process skills), dan (5) penulisan jawaban akhir (encoding). Penelitian Newman menghasilkan sejumlah besar bukti bahwa anak-anak mengalami kesulitan dengan struktur semantik, kosa kata, dan simbol matematika dibandingkan dengan algoritma standar. Sepanjang proses penyelesaian masalah berlangsung, seringkali peserta didik membuat kesalahan dan kecerobohan, serta ada beberapa peserta didik yang memberikan jawaban yang salah karena mereka tidak termotivasi untuk menjawab sesuai tingkat kemampuan mereka