Hilyatul Auliya
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BUDAYA POLITIK MENGGELITIK, PEREMPUAN TERTARIK GENDER DAN POLITIK DALAM TUBUH PEREMPUAN Hilyatul Auliya
Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.82 KB) | DOI: 10.24235/empower.v3i2.3501

Abstract

ABSTRAK Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama, itulah penggalan pernyataan Kartini. Perkembangan zaman yang serba modern serta bersemilirkan kesetaraan gender, membuat kaum perempuan lebih aktif dalam melakukan setiap hal yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Salah satunya dalam dunia politik. Saat ini, banyak kaum perempuan yang ikut andil dalam dunia keberpolitikan.Manfaat perempuan aktif dalam berpartisipasi politik akan dirasakan jika dia dapat mengambil peran dalam berbagai wilayah, baik ranah publik dan domestik. Apalagi jika perempuan bias bahu membahu mengangkat derajatnya dengan tidak menginjak perempuan lain dan tentunya bersama kaum pria yang sadar akan persamaan derajat.  ABSTRACTReligion does keep us from sin, but how many sins do we do in the name of religion, that's a fragment of Kartini's statement. The development of a modern era and a gender equality, make women more active in doing everything done by men. One of them is in politics. At present, many women are contributing to the world of politics. The benefits of active women in political participation will be felt if they can take roles in various regions, both in the public and domestic spheres. Especially if women can work together to raise their degrees by not stepping on other women and of course with men who are aware of the same degree.