gergorius suban taran
SMA Negeri 2 Maumere

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Komptensi Dasar Menawarkan Bantuan Melalui Model Pembelajaran Role-Play di Kelas XII MIPA-3 SMA Negeri 2 Maumere Tahun Pelajaran 2018/2019 gergorius suban taran
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol 1, No 4 (2020): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v1i4.3546

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus menempuh empat tahapan yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengamatan/observasi, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian adalah siswa Kelas XII MIPA-3 SMAN 2 Maumere sebanyak 24 orang yang terdiri 5 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagai peneliti adalah penulis sendiri sebagai guru mata pelajaran dan dibantu oleh seorang teman sejawat sebagai kolaborator. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik tes. Data tentang motivasi belajar siswa yang diambil dari hasil pengamatan diolah dan dianalisis menggunakan rata-rata skor dari aspek perilaku selama pembelajaran berlangsung. Hasil dari analisis kemudian dikelompokan dalam kategori kurang (skor 2,0 – 2,4), cukup (skor 2,5 – 2,9), baik (skor 3,0 – 3,4) dan amat baik (skor 3,5 – 4,0). Data tentang hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes diolah dan dianalisis menggunakan rata-rata nilai untuk mengetahui pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 75. Hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Role-Play dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 2,78 (kategori cukup) pada siklus 1 naik menjadi 3,82 (kategori amat baik) pada siklus 2. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 74 (belum mencapai KKM), naik menjadi 82 pada siklus 2 (mencapai KKM). Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran Role-Play perlu diterapkan secara terus menerus pada proses pembelajaran di kelas.