Muhammad Sarib Abdul Rasak
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANUSIA SEBAGAI KONSELOR DAN SASARAN KONSELING DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Sarib Abdul Rasak
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol2.Iss2.52

Abstract

Mengenai konselor dan konseling yang merupakan salah satu proses dalam pendidikan untuk membantu manusia baik secara kelompok maupun individu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, urgensi dari fungsi konselor dalam dunia pendidikan memang sangat dibutuhkan oleh karena itu penting bagi kita mengkaji lebih lanjut terkait diskursus ini sehingga, diformulasikan judul Manusia Sebagai Konselor dan Sasaran Konseling Dalam Pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian pustaka atau library research, yang akan menguraikan terkait konsep manusia baik sebagai konselor maupun sebagai konseli. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan mengutip sebagian atau seluruh data dari berbagai bacaan yang ada hubungannya dengan masalah yang sedang diteliti, Kemudian dianalisis data dilakukan oleh penulis selanjutnya, menginterpretasi data tersebut berdasarkan kaidah- kaidah penelitian, dan mendeskripsikannya dengan teknik berpikir deduktif dan induktif. Manusia sebagai Khalifah Allah memiliki potensi untuk menjadi seorang konselor (memberi bimbingan) dan klien (menerima bimbingan). Hal ini dikarenakan manusia sejak zaman Nabi Adam sampai sekarang dan pada masa yang akan datang, manusia dipandang sebagai makhluk yang senantiasa penuh dengan masalah. Dan oleh karena itu perlu adanya bimbingan. Kelak Manusia senantiasa dihadapkan dengan berbagai permasalahan (problem) kehidupan yang mau tidak mau atau siap tidak siap harus diselesaikan/di berikan solusinya. Maksudnya penyelesaian problem agar manusia dapat meraih kebahagian-kesenangan hidup. Manusia sebagai Khalifah Allah dengan segudang potensi yang dimilikinya, namun mereka tidak dapat melepaskan diri dari bimbingan dan konseling baik secara langsung yang berasal dari Allah maupun secara tidak langsung dari sesama manusia. Konseling dalam perspektif pendidikan islam adalah sesuatu yang penting, dan hendaknya dapat diimplementasikan dalam pendidikan, sebab konseling bukan sekadar memberikan secara direct, melainkan menjadi teman bertukar pikiran serta teman yang mampu mengantarkan konseli dalam menemukan solusi terhadap permasalahan yang tengah dihadapinya.
PENDIDIKAN ISLAM DI ZAMAN KEMAJUAN DALAM TINJAUAN SEJARAH PERADABAN ISLAM Muhammad Sarib Abdul Rasak
IBTIDAI'Y DATOKARAMA: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ibtidaiy.Vol2.Iss1.32

Abstract

Islamic education is always changing from time to time, one of the important things to analyze is Islamic education in the period of progress in the era of the Abbasid dynasty. History records that the journey of Islamic education had progressed so rapidly, far behind Western education. However, later it experienced a setback and was inversely proportional to Western education which continued to soar far ahead of leaving Islamic education until now. Therefore, it is important to reflect on the glorious history of Islamic education or what is called the era of progress in Islamic education. Studying and understanding things that promote Islamic education in the age of progress, as an effort to build Islamic education in the future. Thus, based on the explanation that has been described, the formulation of the problem to be solved in this study is related to the description of Islamic education in the era of progress, in this study, namely library research, namely the type of research conducted by reading books or magazines and other data sources to collect data. data from various literature, both libraries and in other places. History records Islamic education in the Abbasid era as a period of progress and glory of Islamic education. The caliph as the holder of the power is a figure who is so strong and loves science very much. The seven caliphs who were known to love the development of science were al-Mahdi, al-Hadi, Harun al-Rashid, al-Ma'mun, al-Mu'tashim, al-Wasiq, and al-Mutawakkil. The rapid development of science was centered in Baghdad and lasted for approximately five centuries (750 AD - 1258 AD). Throughout the Abbasid Caliphate, many well-known educational institutions have been built, one of which is Baitul Hikmah. During the Abbasid era, the Nizamiyah Madrasah educational institution appeared for the first time and was the forerunner to the development of Madrasah in today's modern era.