Yuzar Purnama
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JATIGEDE Yuzar Purnama
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 6, No 2 (2014): PATANJALA VOL. 6 NO. 2 JUNE 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.204 KB) | DOI: 10.30959/ptj.v6i2.197

Abstract

AbstrakMasyarakat Jatigede berada di wilayah administrasi Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Istilah “masyarakat Jatigede”  merupakan gabungan masyarakat 5 kecamatan yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Nama Jatigede diambil dari salah satu kecamatan dari kelima kecamatan yang terkena dampak. Wilayah ini berada di bawah perbukitan dengan bentuk permukaan yang cekung sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan sebuah bendungan raksasa, waduk. Oleh karena posisinya berada di bawah  dengan permukaan yang cukup luas, daerah ini terkenal dengan kesuburannya, baik ditumbuhi dengan berbagai macam tumbuhan tropis maupun dengan tanaman padi yang hijau membentang luas.  Masyarakat Jatigede merupakan  masyarakat agraris yang kesehariannya dominan berkecimpung dalam pertanian, masyarakat ini dalam kehidupan sehari-harinya kental dengan budaya Sunda. Masyarakatnya sejak dulu sampai kini relatif memegang teguh warisan budaya karuhun (leluhur), mulai dari perilaku bertani, daur hidup, kesenian, perilaku berbahasa, dan sebagainya. Penelitian ini dibatasi pada kepercayaan masyarakat Jatigede yang tertuang dalam upacara pertanian, upacara daur hidup, dan ungkapan tradisional. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang kepercayaan masyarakat Jatigede Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. AbstractThe Jatigede society is located under the administration region of Sumedang sub district West Java Province.  The term “Jatigede Society” is a combination of five sub districts which is affected by Waduk Jatigede.  The name of Jatigede is taken from one of the subdistrict name.  The territory is under the valley which have concave surface form and make it eligible to be used as a giant dam, reservoir.  Because of its position, the area is famous for its fertility, either overgrown with a variety of tropical plants or with stretches of green rice plants widely.  Jatigede community is predominantly agrarian society, daily engaged in agriculture, and their life is thick with Sundanese culture. Relatively, since the beginning until now this society upholds cultural heritage (ancestors), ranging from farming behavior, life cycle, arts, language behavior, and so on. This study is limited to Jatigede belief which formed in agricultural ceremonies, life cycle ceremonies, and traditional expressions. The purpose of the study is to get an overview of Jatigede Sumedang belief. This study uses descriptive qualitative approach.
DAMPAK PEMBANGUNAN WADUK JATIGEDE TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKATNYA Yuzar Purnama
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 7, No 1 (2015): PATANJALA VOL. 7 NO. 1 MARCH 2015
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.138 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v7i1.89

Abstract

AbstrakBelakang ini mencuat keresahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Seolah merupakan kasus baru, padahal masalah Waduk Jatigede sudah berlangsung cukup lama yakni sejak presiden Republik Indonesia, Soekarno. Pembangunan Waduk Jatigede adalah proyek pembuatan pembangkit tenaga listrik. Proyek ini berada di wilayah administrasi Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, meliputi Kecamatan Jatigede, Wado, Cisitu, Darmaraja, dan Kecamatan Jatinunggal. Penelitian ini menarik karena sejak pertama di mulainya pembangunan waduk sampai sekarang, Januari 2015, belum selesai. Penelitian ini mengupas dampak pembangunan Waduk Jatigede terhadap kehidupan sosial budaya masyarakatnya, yang dibatasi pada masalah ganti rugi, relokasi, dan tinggalan nilai budaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak sosial budaya pembangunan waduk terhadap masyarakatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, metode kajiannya deskriptif analitik. Penelitian di mulai dari sumber pustaka, mencari data lapangan dengan observasi dan wawancara, klasifikasi data, analisis, dan laporan penelitian. Dari penelitian disimpulkan bahwa dampak sosialseperti permasalahan relokasi, ganti rugi, dan masalah tinggalan budaya yang meresahkan warga merupakan imbas dari pembangunan waduk. Permasalahan sebenarnya bisa diminimalisir jika pembangunan tidak tersendat akibat perencanaan kurang matang dan faktor dana. Namun seiring berjalan waktu permasalahan tersebut sedikit demi sedikit dapat ditangani oleh berbagai pihak dan diharapkan tahun 2015 waduk mulai digenangi. AbstractFidgetiness appear at this moment because of the developing of Jatigede Dam. Apparently as a new case, actually this thing has appeared since the first president of Indonesia, Soekarno. The build of Jatigede Dam is the project of generator of electricity power. This project are in the administraton area of Sumedang Regency, West Java Province. Jatigede project involved of five area in five sub-district, there are; Jatigede, Wado, Cisitu, Darmaja, and Jatinunggal Subdistrict. Not all of the area got the effect, only 26 villages. This research arequite interesting because since the Jatigede Dam were built until the years of 2015 the project is not finished. The first problem is related to the unfinished problems of social and cultural. This research purpose is to reveal the effect of Jatigede Dam for life of social cultural society, which focused on claim damages, relocated, and the legacy of cultural values or customs. The research method is qualitative, and the discussing method is descriptive analytic. The step of the research start from library research, finding the field collection with observation and interview, continued with classification the data, analysis and arranged the research report. From this research can be concluded that social impact such as relocated problems, claim damages, and the legacy of the ancestor as the impact of Jatigede building process. Actually, if the building of Jatigede run smoothly, the problems can be minimize. In line with the time, little by little the problems get solved handled by the authority, in this case are the local government or centre government. And the target to settle up all of the problems in the years 2015.