budiana setiawan
Center for Policy Research of Education and Culture, Board for Research and Development, Ministry of Education and Culture

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI DISINTEGRASI DAN RASA NASIONALISME MASYARAKAT KABUPATEN NATUNA budiana setiawan
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 11, No 3 (2019): PATANJALA VOL. 11 NO. 3, September 2019
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.6 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v11i3.526

Abstract

Kabupaten Natuna merupakan salah satu wilayah terluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga dianggap mempunyai potensi disintegrasi. Terlebih, Malaysia pernah mengklaim bahwa Natuna seharusnya masuk kedalam wilayahnya. Permasalahan dalam tulisan ini adalah: (1) Bagaimana rasa nasionalisme masyarakat Natuna? (2) Adakah potensi disintegrasi masyarakat Natuna, untuk memilih menjadi bagian dari Malaysia? (3) Bagaimana upaya pemerintah untuk menjaga Natuna agar tidak terlepas dari NKRI? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan rasa nasionalisme dan potensi disintegrasi masyarakat Natuna serta upaya pemerintah untuk menjaga Kabupaten Natuna sebagai wilayah kedaulatan NKRI. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan geografis, ekonomi, dan sosial budaya dengan Malaysia, tidak menyebabkan rasa nasionalis me masyarakat Natuna rendah dan berkeinginan untuk disintegrasi. Meskipun demikian, apabila pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan masyarakat, potensi  disintegrasi tersebut dapat meningkat. Natuna Regency is one of outermost areas of the Republic of Indonesia that is considered to have disintegration potential. Moreover, Malaysia once claimed that Natuna should have entered to its territory. The problems in this paper are: (1) What about spirit of nationalism of people in Natuna is that geographically, economically and socio-cultural are closer to Malaysia than Indonesia? (2) Is there a potential for Natuna people to disintegrate themselves and choose to become a part of Malaysia? (3) What is government's effort to protect Natuna from being separated from the Unitary State of the Republic of Indonesia? The aims of this paper are to gauge the factors that determine the sense of nationalism and potential disintegration of Natuna community and to estimate the government's efforts to safeguard it as a part of its territory. This paper is qualitative research with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and literature studies. The results show that the geographical, economic and socio-cultural proximity to Malaysia do not cause the Natuna people’s nationalism to be waning or want to disintegrate. However, if the government does not pay attention to people's welfare, potential for disintegration can increased dramatically.