Poltak Johansen
Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARSITEKTUR RUMAH BETANG (RADAKNG) KAMPUNG SAHAPM Poltak Johansen
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 6, No 3 (2014): PATANJALA VOL. 6 NO. 3 SEPTEMBER 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.89 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v6i3.175

Abstract

AbstrakArsitektur dari suatu bangsa, pada suatu masa sering berbeda-beda, baik dalam hal bentuk maupun konsep-konsep yang melandasinya. Hal ini tentu disebabkan adanya perbedaan kebudayaan dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Setiap suku bangsa biasanya akan menunjukkan identitas budayanya melalui benda-benda budaya yang mereka buat. Demikian halnya masyarakat Dayak Kanayatn memiliki ciri tersendiri dalam bentuk arsitektur bangunan khususnya bangunan rumah tinggal. Bentuk arsitektur masyarakat Dayak Kanayat’n yang tinggal di Desa Sahapm tercermin dalam bentuk Rumah Betang atau Rumah Panjang dan hingga kini masih dijaga dan dihuni oleh masyarakat. Bentuk rumah Betang juga menunjukkan hidup kebersamaan bagi penghuninya. Dalam  Rumah panjang atau Rumah Betang mereka berinteraksi antara bilik yang satu dengan bilik yang lainnya. Tujuan penulisan untuk mendeskripsikan bentuk arsitektur Rumah Betang dan keberadaannya pada saat ini, selain itu penelitian ini juga  mendeskripsikan kehidupan masyarakat di Rumah Betang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan tehnik pengamatan dan wawancara dalam menggali data di lapangan serta studi kepustakaan sebagai menggali bahan untuk menulis. AbstractThe nation has a diverse architecture, both in terms of form as well as the underlying concepts. The diversity of architecture due to differences in the culture of a society. Each tribe will usually show its cultural identity through cultural objects that they create. Similarly with Kanayatn Dayak community has its own characteristics in the architecture, especially residential buildings. Architectural form of the Dayak people who live in the village Dayak Kanayat'n reflected in the form of Rumah Betang or Rumah Panjang and is still maintained and inhabited by people. Betang shapes also showed live together or togetherness. The people who lived in Rumah Panjang interact with each other in one room to other room. The main purposes of this study is to describe the architectural form and its existence today. In addition, this study describe betang people's lives at home. The method used is descriptive-qualitative method using the techniques of observation and interviews to collect data in the field and library research.