H. Iwan Roswandi
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN KABUPATEN CIREBON H. Iwan Roswandi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 2, No 3 (2010): PATANJALA VOL. 2 NO. 3 SEPTEMBER 2010
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.417 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v2i3.241

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana perkembangan pemerintahan Kabupaten Cirebon tahun 2008. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, melalui empat tahapan, yaitu heuristik (menemukan), kritik, interpretasi, dan historiografi. Perkembangan Kabupaten Cirebon (2005-2006) dapat diilustrasikan dari segi pemerintahan yang sebagian wilayahnya terletak di sepanjang pantai laut Jawa dan sebagian lagi wilayah Kabupaten Cirebon berada di daerah perbukitan. Hal ini memperlihatkan semakin beragamnya karakteristik yang ada, sehingga merupakan suatu modal untuk kemajuan daerahnya. Pengaruh pembangunan dan modernisasi berdampak jelas terhadap perubahan kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan, apalagi Kabupaten Cirebon merupakan pintu gerbang memasuki wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan fakta jumlah penduduk yang cukup besar dari tahun ke tahun cukup sulit menyatukan komponen yang ada sehingga berdampak pada pelaksanaan pemerintahan yang kurang optimal. Demikian pula pada tahun 2008 masih tetap sama mempunyai jumlah penduduk yang besar dan tidak merata. AbstractThe purpose of this research is to analyse the development of the government of Kabupaten Cirebon in 2008. The author conducted methods used in history in four stages: heuristic, critique, interpretation, and historiography. Kabupaten Cirebon has various characteristics due to its unique landscapes that consits of coastal and hilly areas, and this would be a good capital for developing the region. Kabupaten Cirebon is also the main gate to the province of Central Java. The research came into conclusion that the development and modernization had influenced the political, economical and socio-cultural life of the people.
PERKEMBANGAN SOSIAL DI KABUPATEN MAJALENGKA (Berdasarkan Data Statistik 2004 – 2006) H. Iwan Roswandi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 3, No 3 (2011): PATANJALA VOL. 3 NO. 3 SEPTEMBER 2011
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.772 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v3i3.266

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimanaperkembangan pemerintahan Kabupaten Majalengka tahun 2006. Adapun metodepenelitian yang digunakan adalah metode sejarah, melalui empat tahapan, yaituheuristik (menemukan), kritik, interpretasi, dan historiografi. PerkembanganKabupaten Majalengka (2004-2006) dapat diilustrasikan dari segi pemerintahanyang sebagian wilayahnya berada di daerah perbukitan. Hal ini memperlihatkansemakin beragamnya karakteristik yang ada, sehingga merupakan suatu modal untukkemajuan daerahnya. Pengaruh pembangunan dan modernisasi berdampak jelasterhadap perubahan kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dankeamanan.Tinjauan demografis menunjukkan bahwa jumlah penduduk KabupatenMajalengka mulai tahun 2004 sampai dengan 2006 berdasarkan hasil Survei SosialEkonomi Nasional (Susenas) terus mengalami peningkatan. Jumlah pendudukperempuan lebih banyak daripada jumlah penduduk laki-laki. Untuk tahun 2004,kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Kadipaten dan terendah diKecamatan Kertajati. Seperti halnya dengan pertumbuhan penduduk, jumlah rumahtangga mengalami peningkatan dari 392.544 rumah tangga pada tahun 2005 menjadi395.834 rumah tangga pada tahun 2006 atau meningkat menjadi 0,84 %. Dikondisikandengan luas wilayah administratif 1.204,24 km2, maka rata-rata kepadatan pendudukdi wilayah Kabupaten Majalengka pada tahun 2006 adalah sebesar 979 jiwa per km2.Kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Jatiwangi dengan kepadatan2.049 jiwa/ km2 dan kepadatan terendah berada di Kecamatan Kertajati dengankepadatan 325 jiwa per km2.Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalahtersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Melalui jalur pendidikanpemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM penduduk melalui berbagaiprogram. Seperti halnya program wajib belajar 9 tahun, Gerakan Nasional OrangTua Asuh (GNOTA) dan berbagai program pendukung. Berdasarkan fakta jumlahpenduduk yang cukup besar dari tahun ke tahun cukup sulit menyatukan komponenyang ada sehingga berdampak pada pelaksanaan pemerintahan yang kurang optimal.AbstractThis research aims to analyse the development of Kabupaten Majalengkain 2006. The author conducted history method in four steps: heuristics, critique,interpretasition, and historiography. The conclusion is that the impacts of developmentand modernization can be clearly seen on the changes in socio-cultural, political and economical life of a society as well as on defense and security. Human resource isan important thing for the success of development, and education is very crucial inmaking it possible.