Sarip Hidayatloh
Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT NGIKIS DI SITUS KARANGKAMULYAN KABUPATEN CIAMIS Sarip Hidayatloh
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 11, No 1 (2019): PATANJALA Vol. 11 No. 1, MARCH 2019
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.411 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v11i1.445

Abstract

Upacara Adat Ngikis adalah upacara adat yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Karangkamulyan. Upacara Adat Ngikis adalah salah satu tanda penghormatan terhadap leluhur masyarakat Karangkamulyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Upacara Adat Ngikis di Situs Karangkamulyan Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Upacara Adat Ngikis sudah dilaksanakan oleh delapan kuncen sejak tahun 1800-an yang terdiri atas 1) Wangsa Di Kara; 2) Karta Wisastra; 3) Haji Jakaria; 4) Jaya; 5) Basri; 6) Eundan Sumarsana; 7) Perdi; 8) Kistia.  Pelaksanaan Upacara Adat Ngikis, meliputi serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dari malam hari sampai dengan siang hari penuh. Kegiatan Ngikis berupa memagari Situs Batu Pangcalikan. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Upacara Adat Ngikis meliputi nilai religi, sosial kemasyarakatan, bahasa, seni, sejarah, budaya, ekonomi, pengetahuan dan pendidikan, etika, estetis , dan silih asah silih asih silih asuh.Ngikis Traditional Ceremony is a traditional ceremony which has been carried out for generations by the Karangkamulyan community. This traditional ceremony is a sign of respect for the ancestors of the Karangkamulyan community. This study aims to determine the values of local wisdom contained in the Ngikis Traditional Ceremony at the Karangkamulyan Site in Ciamis Regency. This study is a type of qualitative research with an ethnographic approach. The Ngikis Traditional Ceremony has been held by around eight caretaker since the 1800s consisting of 1) Wangsa Di Kara; 2) Karta Wisastra; 3) Jakaria Hajj; 4) Jaya; 5) Basri; 6) Eundan Sumarsana; 7) Perdi; 8) Kistia. The procession of the Ngikis Traditional Ceremony, includes a series of activities carried out starting from the night until the afternoon. Ngikis activities include enclosing the Batu Pangcalikan Site or the King's Throne. The values of local wisdom contained in the Ngikis Traditional Ceremony include religious, social, language, art, history, culture, economics, knowledge and education, ethics, aesthetics (beauty), and sharpening each other, love each other, care for each other.