Nandang Rusnandar
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH KOTA BANDUNG DARI ”BERGDESSA” (DESA UDIK) MENJADI BANDUNG ”HEURIN KU TANGTUNG” (METROPOLITAN) Nandang Rusnandar
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 2, No 2 (2010): PATANJALA VOL. 2 NO. 2 JUNE 2010
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.303 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v2i2.219

Abstract

AbstrakBandung merupakan sebuah kota yang mempunyai alur sejarah yang sangat panjang, wilayah yang asalnya hanya sebuah Bergdessa „desa udik yang sunyi sepi yang terdiri dari 25 sampai 30 rumah…‟. Apabila dari satu rumah terdiri atas 4 orang anggota keluarga, maka dari 25 sampai 30 rumah tersebut diperkirakan penduduk di tempat itu berjumlah seratus dua puluhan jiwa dan diduga semuanya adalah orang Sunda. Itulah penduduk yang menempati „Dayeuh Bandung‟ sebagai cikal bakal Kota Bandung. Dewasa ini, Bandung terwujud sebuah kota metropolitan yang indah penuh sanjung. Tujuan penelitian ini mengungkapkan sejarah Kota Bandung. Metode penelitian yang dipergunakan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bandung berkembang sesuai dengan situasinya. AbstractThe city of Bandung has a very long history, from the area of a remote and calm village (Bergdessa) consisting of 25 to 30 houses (approximately 120 people), it has turned into a big city (metropolitan) populated by over 4 millions people. The village was called Dayeuh Bandung (the city of Bandung) and it is considered to be the embryo of nowadays Bandung. The early population of Dayeuh Bandung was probably the Sundanese only. Revealing the history of the city of Bandung would be the main goal of this research, and the methods we are conducting are heuristic, critique, interpretive, and historiography. We came into conclusion that Bandung has developed accordingly.
Uga Bandung Pengetahuan Orang Sunda dalam ramalan dan Antisipasi terhadap Perubahan Fenomena Alam Nandang Rusnandar
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 3, No 3 (2011): PATANJALA VOL. 3 NO. 3 SEPTEMBER 2011
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.718 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v3i3.265

Abstract

AbstrakPenelitian mengenai Uga Bandung Pengetahuan Orang Sunda dalam“ramalan” dan ”Antisipasi” terhadap Perubahan Fenomena Alam, bertujuan untukmendeskripsikan Uga Bandung yang beredar di masyarakat Bandung. Metode yangdipergunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Datadiperoleh melalui wawancara mendalam dan penggunaan dokumen. Uga Bandungmendeskripsikan perjalanan dan perkembangan sebuah kota yaitu Kota Bandungsebagai pusat orientasinya yang pada akhirnya menjadi Bandung heurin ku tangtung.Uga Bandung pun di dalamnya mengungkapkan nilai-nilai dalam bentuk simbolsebagai antisipasi terhadap fenomena perubahan alam, sehingga perubahan itu dapatdikendalikan sesuai dengan situasinya. AbstractUga Bandung describes the progress and development of the city of Bandung from thevery beginning until today’s populous city. Uga Bandung contains certain values in theform of symbols for anticipating the change in nature. The main goal of this researchis to describe Uga Bandung that are vastly known among the people of Bandung. Theauthor conducted descriptive analytical method and qualitative approach. Data wereobtained through in-depth interview and secondary sources.