Rosyadi Rosyadi
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA PENGGUNAAN MAGI PADA KALANGAN SINDEN DI KABUPATEN SUBANG – JAWA BARAT (STUDI TENTANG SISTEM RELIGI) Rosyadi Rosyadi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 7, No 1 (2015): PATANJALA VOL. 7 NO. 1 MARCH 2015
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.564 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v7i1.90

Abstract

AbstrakDi lingkungan masyarakat Sunda, khususnya pada kalangan seniman Sunda, daerah Subang dikenal sebagai ‘lumbung” sinden yang telah mengorbitkan dan mengantarkan beberapa nama sinden ke puncak popularitasnya. Kondisi ini tidak luput dari lingkungan sosial budaya masyarakat Subang itu sendiri yang gemar berkesenian, baik sebagai seniman praktisi, pemerhati, maupun penikmat karya seni tradisional. Di samping itu, masyarakat Subang yang dalam kehidupan religinya masih kuat memegang adat istiadat, juga turut memengaruhi perkembangan seni sinden. Kepercayaan masyarakat setempat terhadap dunia gaib dan kekuatan-kekuatan gaib, turut pula mewarnai perkembangan dunia pesinden di daerah ini. Tidak sedikit para sinden di daerah Subang yang memanfaatkan tenaga-tenaga magis yang diperoleh melalui ritual-ritual tertentu ataupun melalui jasa paranormal, seperti dukun dan kuncen. Tulisan ini berupayamenggali penggunaan magi pada kalangan sinden yang telah lama menggejala di daerah Subang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif serta menggunakan metode deskriptif dengan teknik memaparkan berbagai fenomena yang didapati di lapangan terkait dengan penggunaan magi oleh sinden, selanjutnya dianalisis menggunakan teori-teori kebudayaan. AbstractIn Sundanese community, especially in sundanese artist, Subang area well known as ‘the centre’ of sinden (women singer) that has bring a popularity for several singer. This condition are related to the social and cultural of Subang society that love arts, even though as practitioner, observer, or devotee/spectator of traditional arts. Meanwhile, the life of their beliefs still hold the customs, and it’s also influenced the developing of sinden arts. Believe in superstition also enriching the sinden worlds in this area. A lot of sinden who utilize magical power through rituals or paranormal services. This paper are try to dig deeper about the use of magical power in sinden of Subang area. This research is qualitative research, and use descriptive method, with roll out several of phenomena in the field that related to the use of magical power by sinden. The next step is analysis by using the theory of culture.
TRADISI MEMBANGUN RUMAH DALAM KAJIAN KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ADAT KAMPUNG DUKUH) Rosyadi Rosyadi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 7, No 3 (2015): PATANJALA VOL. 7 NO. 3 SEPTEMBER 2015
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.532 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v7i3.109

Abstract

AbstrakKeberadaan masyarakat adat di tengah arus modernisasi dan globalisasi dewasa ini oleh sementara orang dipandang sebagai suatu hal yang unik dan janggal. Di tengah arus globalisasi, di mana orang sibuk dengan konsep-konsep dan pemikiran modern, masyarakat adat berusaha untuk  tetap melaksanakan dan memelihara tradisinya. Melalui kajian-kajian antropologis terungkap bahwa tradisi-tradisi yang dikukuhi masyarakat adat tersebut ternyata sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di dalam konteks hubungan manusia dengan ligkungannya, baik lingkungan alam, sosial, dan lingkungan budaya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, penulis memaparkan berbagai fenomena alam, sosial dan budaya, apa yang dialami, diketahui, dilihat, dirasakan, dan dipikirkan oleh masyarakat adat Kampung Dukuh terhadap fenomena-fenomena alam dan kondisi geografis yang mereka hadapi sehari-hari. Fenomena-fenomena alam dan budaya ini diinterpretasikan dan kemudian melahirkan tradisi yang sarat dengan kearifan lokal. Tradisi ini juga mewarnai aktivitas membangun rumah di kalangan masyarakat Kampung Dukuh, mulai dari penggunaan bahan, ritual-ritual, dan pantangan-pantangan adat.  AbstractThe existence of indigenous peoples in the midst of modernization and globalization recently viewed as a unique and awkward by some people. In the midst of globalization, where people are busy with the modern concepts and ideas, indigenous people seek to continue thetraditions implementation and maintaining. Through anthropological studies revealed that the traditions of the indigenous peoples turns loaded with the values of local wisdom, particularly in the context of human relationships with environment, natural environment, social and cultural environment. Those phenomena are the background to conduct this research. By employing a qualitative study using descriptive method, the author describes the various natural phenomena, social and cultural;also,what thing is experienced, known, seen, felt, and thought by the traditional villagers of KampungDuku toward natural phenomena and geographical conditions that they face daily. Natural phenomena and culture is interpreted and subsequently deliver to a tradition which is loaded with local knowledge. This tradition also colorthe activity of homes buildingin the community of KampungDukuh, ranging from the use of materials, rituals, taboos and customs.
SISTEM PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT CIDAUN – CIANJUR SELATAN SEBAGAI WUJUD ADAPTASI BUDAYA Rosyadi Rosyadi
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 6, No 3 (2014): PATANJALA VOL. 6 NO. 3 SEPTEMBER 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.049 KB) | DOI: 10.30959/ptj.v6i3.173

Abstract

AbstrakSistem pengetahuan lokal, kearifan lokal atau kearifan tradisional (indigenous knowledge system) adalah pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses hubungan timbal-balik antara masyarakat dengan lingkungannya. Masyarakat Cidaun di kawasan selatan Kabupaten Cianjur memiliki banyak keunikan, baik alam maupun penduduknya. Kondisi geografis Cidaun yang penuh tantangan, memberikan dorongan kepada masyarakatnya untuk lebih memahami lingkungan alamnya. Berbagai peristiwa dan fenomena alam yang mereka hadapi sehari-hari tersebut serta hubungan intensif dengan lingkungan alamnya telah membentuk sistem pengetahuan lokal yang sekaligus menjadi strategi adaptasi budaya masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tulisan ini mengkaji sistem pengetahuan lokal masyarakat Cidaun dalam kaitannya dengan lingkungan tempat mereka berpijak dan melakukan aktivitas dalam menggeluti mata pencaharian hidupnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif serta menggunakan metode deskriptif dengan teknik memaparkan berbagai fenomena budaya, apa yang mereka alami, mereka ketahui, dan interpretasi mereka terhadap fenomena-fenomena yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. AbstractLocal knowledge systems, indigenous or traditional knowledge  are typical knowledge belonging to a particular community or culture that has evolved over many years as a result of the reciprocal relationship between people and their environment. Cidaun communities in southern Cianjur has many unique, both nature and its inhabitants. Cidaun geographical conditions challenging, giving encouragement to the people to better understand the natural environment. Various events and natural phenomena that they face daily and intensive built a relationship with the natural environment and has established a system of local knowledge as well as a strategy of cultural adaptation in living everyday life. This article examines the system of local knowledge Cidaun community in relation to the environment in which they stand and wrestle activity in his livelihood. This research is qualitative and descriptive methods with techniques explained various cultural phenomena, what they experienced, they know, and their interpretation of the phenomena encountered in daily life.