Tjetjep Rosmana
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUDAYA SPIRITUAL: PERSEPSI PEZIARAH PADA MAKAM KERAMAT LELULUR SUMEDANG Tjetjep Rosmana
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 1, No 3 (2009): PATANJALA VOL. 1 NO. 3 SEPTEMBER 2009
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.404 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v1i3.252

Abstract

AbstrakSikap keramat dalam anggapan suatu masyarakat adalah tempat yang dikeramatkan karena tempat bersemayamnya arwah leluhur yang memiliki kekuatan gaib. Pada suatu waktu di tempat keramat  dijadikan pusat kegiatan religius, yakni  upacara persembahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.  Dalam situs religius ini,  setiap tingkah laku manusia dikeramatkan yang diiringi suasana hati dan motivasi yang ditimbulkan oleh simbol-simbol sakral (keramat) dalam diri manusia.Situasi demikian itu terbentuk dalam kesadaran spiritual sebuah masyarakat. Sesungguhnya setiap individu memiliki persepsi yang berbeda terhadap tempat yang dikeramatkan. Hal ini sesuai  dengan  kondisi dan kebutuhan masing-masing. Demikian pula terhadap makam keramat leluhur Sumedang yang kerap dikunjungi oleh banyak peziarah. Salah satunya makam keramat Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, dan sebagainya. AbstractA sacred attitude on people live in a sacred place is the burial of an ancestors spirit and supernatural. Sometimes, it is made as a center of religiousness, for example a god worship through religious site. On this site everyones attitude is being sacred by feeling and motivation which showed sacred symbols self inside. The situation formed in a spiritual awareness of society. Actually, everyone has different perception and motivtion about those places. Of course, it depends on each needs conditions. In such a case, the sacred burial of Sumedang often visited by visitors. Such as the sacred burial of Pangeran Santri, Ratu Pucuk Umum, Pangeran Kornel, etc.
FUNGSI DAN PERANAN PEMIMPIN INFORMAL MASYARAKAT KAMPUNG URUG DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Tjetjep Rosmana
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 3, No 1 (2011): PATANJALA VOL. 3 NO. 1 MARCH 2011
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4857.64 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v3i1.275

Abstract

AbstrakPemimpin informal dalam suatu kampung adat sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu eksistensinya tidak dapat dihilangkan. Ia tumbuh dan berkembang serta muncul dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakatnya. Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk mengadakan penelitian tentang Kajian mengenai Fungsi dan Peranan Pemimpin Informal pada Masyarakat Kampung Urug, di Kabupaten Bogor. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa dan dalam hal apa saja pemimpin adat di kampung adat tersebut berperan. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk memperoleh data seluas-luasnya di lapangan dalam rangka mempelajari kondisi masyarakat yang sedang diteliti. Kegiatan yang dilakukan adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai peranan pemimpin adat dalam kehidupan masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif dan diharapkan dapat menggambarkan mengenai peranan pemimpin adat. AbstractInformal leaders play an important role in daily life of a kampung adat. Therefore, his existence can not be eliminated. This kind of leaders grow and develop within, by, and for his community. The author is interested in studying the role and function of an informal leader in Kampung Urug in Kabupaten Bogor, in order to know to what extent is his function and role in the community. The author has conducted a descriptive method, the one that is used to get data as vast as possible during fieldwork to study the community in question and collecting information concerning the role of the adat leader in the life of the society. Data were analysed qualitatively and hopefully they can describe the role of the adat leader.
MITOS DAN NILAI DALAM CERITA RAKYAT MASYARAKAT LAMPUNG Tjetjep Rosmana
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 2, No 2 (2010): PATANJALA VOL. 2 NO. 2 JUNE 2010
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.33 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v2i2.215

Abstract

AbstrakUntuk mengungkapkan nilai-nilai luhur, sesungguhnya terdapat di dalam cerita rakyat, antara lain nilai-nilai luhur yang menyangkut tentang ajaran moral, harga diri, jati diri, kerja keras, tegang rasa, dan sebagainya. Nilai-nilai tersebut sangat baik ditanamkan dalam kehidupan kita, terutama kepada anak-anak sebagai penerus bangsa. Dalam tulisan mitos dan nilai dalam cerita rakyat masyarakat Lampung ini menggunakan pendekatan deskritif analisis content untuk menjelaskan cerita rakyat yang dikumpulkan. Data yang dikumpulkan tersebut disusun dan dianalisis, terutama dari segi struktur cerita dan nilainya. Selain itu dipergunakan metode komparatif analisis untuk membedakan jenis cerita dengan harapan dapat menyimak nilai-nilai luhur tersebut sebagai sistem pengendalian sosial yang dapat mewujudkan kehidupan yang tenteram, bersatu, dan harmonis. Dari tulisan ini kiranya dapat digarisbawahi betapa pentingnya nilai-nilai luhur tersebut di dalam kehidupan kita, terutama untuk anak agar berbudi pekerti sebagai pembentuk karakter bangsa.AbstractFolklores are source for us to dig traditional values that live in society, such as the ones of moral, dignity, hard work, and others. This research is about myths and folklores of Lampung society. We/the author examined the structure and values that they convey to analyse meaning and content. The stories are compared one to another and a descriptive analitical approach was conducted to describe the result.