Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK EDUKASI HIPERTENSI BERBASIS BUDAYA LUWU TERHADAP PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI Lestari Lorna Lolo; Sumiati Sumiati
Voice of Midwifery Vol 9 No 1 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i1.82

Abstract

Prevalensi Hipertensi nasional berdasarkan Riskesdas 2013 sebesar 25,8%. Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik menyebabkan komplikasi seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Diabetes, Gagal Ginjal dan Kebutaan. Kurangnya pengetahuan tentang masalah hipertensi bagi lanjut usia mempengaruhi persepsi lansia dalam menanggapi masalah hipertensi yang diderita. Persepsi yang sering keliru tentang masalah hipertensi pada lanjut usia akan berdampak pada pada penerapan perawatan lanjut usia dengan penyakit hipertensi. Etnis budaya kota Palopo, sangat mallebbi' (istimewa) khususnya bagi pencinta budaya Palopo, salah satunya adalah penggunaan bahasa Tae’ dalam bahasa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi hipertensi berbasis budaya Luwu terhadap pengetahuan penderita hipertensi di Posyandu Lansia wilayah kerja puskesmas Wara Utara Kota Palopo. Rancangan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan metode One group pre and posttest design. Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan uji analisa Wilcoxon Signed Ranks Test dan diperoleh nilai p value 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak atau terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi hipertensi. berbasis budaya luwu terhadap pengetahuan penderita hipertensi di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa daerah untuk memudahkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan
Community-Based Family Education and Assistance for Improved Nutrition Andi Mukarramah; Lestari Lorna Lolo; Nancy Sylvia Bawiling; Suprapto
Abdimas Polsaka Vol. 5 No. 1 (2026): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v5i1.199

Abstract

Malnutrition remains a major public health problem, particularly in communities where families have limited access to nutrition information and health services. Family knowledge and daily dietary practices play a crucial role in determining nutritional status, especially among children and vulnerable household members. This community service program aimed to improve family nutrition through community-based education and assistance implemented at a primary healthcare center in Makassar, Indonesia. The program involved 30 family respondents and used a structured five-stage approach: preparation, baseline assessment, nutrition education, family assistance and mentoring, and monitoring and evaluation. Educational activities focused on balanced nutrition, local food utilization, family meal planning, and food hygiene, supported by practical demonstrations and continuous mentoring. The program's effectiveness was evaluated using pre- and post-test assessments of nutrition knowledge, balanced diet practices, and food hygiene awareness. The results showed consistent improvements across all indicators after the intervention, indicating enhanced understanding and adoption of healthy nutritional behaviors at the household level. These findings demonstrate that integrating structured nutrition education with hands-on assistance can effectively translate knowledge into practice. Overall, the program highlights the importance of family-centered and participatory approaches in addressing community nutrition problems. Community-based family education and assistance represent a feasible and sustainable strategy to strengthen family capacity, promote healthy dietary behaviors, and support nutrition improvement within primary healthcare settings