- Suroto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Pengendalian Kebisingan Pada Penggerindaan Di Area Fabrikasi Perusahaan Pertambangan Indri Setyaningrum; Baju Widjasena; - Suroto
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 4 (2014): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.815 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i4.6411

Abstract

The intensity of the noise in the work area that exceeds the limit can interfere the hearing health of the workers. Noise can be controlled using hierarchy of hazard control which are technique of elimination, substitution, isolation, engineering, administrative and personal protective equipment (PPE). The purpose of the study is to analyze the grinding noise control in the fabrication area. This research is a qualitative research method with observation and depth interviews. The subjects of this study were workers at the grinding, fabrication group leader, and expert of K3 company. From the research we know that the company control the noise using hierarchy of hazard control are isolation, engineering, administrative and personal protective equipment (PPE) because of the economical factor the company decides to using PPE method to their employees. The lack of supervision and strict rules to many workers in the field who do not wear PPE when working, causing the audiometric hearing disturb is still high. The company should prioritised the removal of the loss hearing cause. The company suggested to combine the method of engineering / mechanical engineering with method of personal protective equipment and administrative method to control noise
Analisis Faktor Individu dan Lingkungan terhadap Keluhan Computer Vision Syndrome pada Karyawan Bagian Central Control Room PT. X Jepara Azmi Faiq; Baju Widjasena; - Suroto
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 2, No 1 (2014): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.103 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v2i1.6371

Abstract

Kumpulan gangguan fisik yang menyerang pengguna komputer disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS). Sekitar 88-90% pengguna komputer mengalami CVS. Keluhan yang sering diungkapkan oleh pekerja komputer adalah kelelahan mata  (yang merupakan gejala awal), mata terasa kering, mata terasa terbakar, pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda,  sakit kepala, nyeri pada leher, bahu dan otot punggung dan tekanan darah tidak normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor individu dan lingkungan terhadap keluhan computer vision syndrome pada karyawan bagian central control room PT. X Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan interpretative. Sebagian responden mengetahui postur duduk ideal tegak lurus, dari ketiga kursi yang paling mendekati kaidah kursi yang baik untuk mendukung kesesuian postur duduk adalah kursi kerja tipe 1 dan 2. Setiap responden memiliki persepsi yang berbeda mengenai jarak pandang mata terhadap monitor. Responden tidak mengetahui sudut pandang ideal mata terhadap monitor. Terdapat sebagian responden yang memiliki riwayat gangguan okuler, yaitu myopia. Lama melihat monitor responden berkisar 8 jam dengan waktu istirahat yang tidak terjadwal. Rata-rata usia responden adalah 30-40 tahun. Semua responden menyatakan pencahayaan ruangan sudah cukup, namun hasil pengukuran pencahayaan umum menunjukkan masih diatas standar. Sebagian besar responden menyatakan terbiasa dengan penggunaan multiple monitor, namun posisi monitor masih belum sesuai. Resolusi monitor memenuhi standar namun semua responden mengeluhkan ukuran monitor yang kurang besar. Sebagian responden menyatakan kontras monitor sudah sesuai, namun hasil pengukuran pencahayaan lokal menunjukkan masih diatas standar. Sebagian responden menyatakan masih merasakan kesilauan monitor. Sebagian besar karyawan menyatakan monitor terbebas dari kedipan.