Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kompetensi pengetahuan matematika di dalam dunia pendidikan yaitu proses pembelajaran masih dilakukan secara klasikal atau kelompok besar. Penggunaan model pembelajaran yang tidak bervariasi menyebabkan siswa merasa bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena matematika merupakan pembelajaran yang sangat penting, sehingga dibutuhkan suatu model yang dapat membantu siswa meningkatkan kompetensi pengetahuan matematika. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran problem posing berbantuan media semi konkret dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian meliputi seluruh kelas V SD pada semester genap sebanyak 643 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V A SD sebanyak 49 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V A SD sebanyak 44 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes pilihan ganda biasa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,005 dan ttabel pada taraf signifikansi 5%, (α= 2,000. Hal ini berarti thitung > ttabel sehingga dapat diinterprestasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompotensi pengetahuan matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran problem posing berbantuan media semi konkret dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing berbantuan media semi konkret berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V SD