Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri 1 Paket Agung yang terdiri dari tujuh orang guru kelas dan tiga orang guru bidang studi. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi, instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 78,50 katagoriâ€cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,60, katagori “baikâ€, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 80,00 katagori “cukup†sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 80,67 katagori “cukupâ€, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,90 katagori “baikâ€. Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SD Negeri 1 Paket Agung agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.