Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGHILANGKAN BUDAYA MALU MENJADI PUSTAKAWAN ketut artana; putra yana wardana
ACARYA PUSTAKA Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v5i1.20781

Abstract

MENGHILANGKAN BUDAYA MALU MENJADI PUSTAKAWAN Oleh I Ketut Artana, I Putu Putrayana Wardana(Pustakawan Ahli Madya/Bagasartana7@gmail.com), putra.yana@undiksha.ac.id    Abstrak Pustakawan merupakan profesi di bidang perpustakaan. Pejabat fungsional pustakawan masih beranggapan bahwa profesinya merupakan profesi alternatif bukan profesi pilihan, profesi yang tidak memiliki masa depan yang cerah. Pustakawan tidak merasa bangga dengan profesi yang disandangnya, bahkan cenderung merasa malu, minder serta menyembunyikan predikatnya sebagai pustakawan. Kondisi seperti ini dapat menghambat upaya pengembangan pengelolaan dan peningkatan pelayanan perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pustakawan itu sendiri dan berbagai pihak yang terkait agar pustakawan tidak merasa malu, minder sebagai pustakawan. Upaya itu antara lain membagun citra positif pada diri pustakawan, meningkatkan kompetensi pustakawan, dan peran Ikatan Putakawan Indonesia (IPI) untuk membina dan mengembangkan jati diri pustakawan melalui berbagai program kerjanya. Melalui upaya-upaya tersebut, pustakawan pada akhirnya tidak merasa malu menjadi pustakawan. Ke depan, seorang pustakawan akan merasa bangga menyebut dirinya seorang pustakawan. Kata kunci : budaya malu, pustakawan, upaya menghilangkan
DISKUSI KELOMPOK TERFOKUS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU EKONOMI DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SESUAI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KABUPATEN BULELENG Ketut Artana
Daiwi Widya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.255 KB) | DOI: 10.37637/dw.v2i1.132

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Saraswati Seririt, SMA PGRI Seririt dan SMAN 1 Seririt, SMAN 2 Banjar serta SMAN 1 dan 2 Gerokgak. Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui apakah strategi diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru ekonomi dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai kurikulum 2013.Metode pengumpulan datanya adalah studi dokumen. Metode analisis datanya adalah deskriptif untuk data kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti mengarahkan guru untuk mendiskusikan dalam kelompok dengan focus pada komponen RPP yang menjadi permasalahan dan perlu penyempurnaan dalam menyusun RPP sesuai standar kurikulum 2013.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa diskusi kelompok terfokus dapat meningkatkan kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013. mencapai rata-rata peningkatan sebesar 25 atau 38% yaitu dari nilai rata-rata 65 dari data awal menjadi 90 pada siklus II. Peningkatan ini terjadi pada semua guru ekonomi di 6 (enam) SMA Kabupaten Buleleng.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah diskusi kelompok terfokus dapat meningkatkan kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun RPP sesuai kurikulum 2013.