Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Pengolahan Sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) di TPST Kebon Kongok, Provinsi Nusa Tenggara Barat Bimastyaji Surya Ramadan
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 5 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2026.26852

Abstract

Refused derived fuel (RDF) merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah yang banyak dipromosikan oleh pemerintah saat ini terutama sebagai co-firing atau bahan bakar pendamping batu bara di industri semen maupun industri pembangkit listrik. Salah satu contoh pemanfaatan sampah menjadi RDF dilakukan di TPST Kebun Kongok yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada kajian ini, dilakukan analisis potensi pengolahan sampah menjadi RDF. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis neraca massa yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting, potensi, dan rencana pengembangan pemanfaatan sampah menjadi RDF. Hasil kajian menunjukkan bahwa total sampah yang dikelola oleh TPST saat ini sebesar 30 ton/hari atau masih jauh dari desain kapasitas awalnya yang sebesar 120 ton/hari. Diketahui pula hasil RDF yang dihasilkan memiliki nilai kalor sebesar 3,400 – 3,800 kcal/kg yang dinilai memenuhi persyaratan kualitas RDF yang dibutuhkan oleh offtaker. Melalui perhitungan neraca massa, potensi sampah yang tidak dimanfaatkan dan dibuang ke landfill sebagai residu dari TPST dan terbuang ke landfill adalah sebesar ±26 ton/hari. Besarnya timbulan sampah yang masih belum dimanfaatkan menunjukkan adanya potensi pemanfaatan yang besar dalam pengolahan sampah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Pengolahan sampah; RDF; TPST; Waste to Energy