This Author published in this journals
All Journal Academica
Israwati Suryadi
Universitas Tadulako

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PERILAKU MENONTON TAYANGAN TELEVISI DAN PENDIDIKAN LITERASI MEDIA PADA REMAJA Suryadi, Israwati
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.882 KB)

Abstract

Relasi anak dengan televisi telah menjadi persoalan yang problematik. Di satu sisitelevisi adalah sarana transformasi ide, nilai, norma, dan transformasi mental ke arahpenyadaran, pencerahan, dan kemajuan kehidupan. Namun disisi lain televisi menularkanpengaruh buruk yang mendegradasi format kemanusiaan dan kemampuan berpikir anak.Dampak buruk media massa tersebut, terutama televisi melahirkan gagasan yang disebutmedia literacy. Suatu keterampilan yang diperlukan setiap orang dalam interaksinyadengan pesan media massa, di mana seseorang dapat memilih tayangan yang positif danmampu secara kritis menilai tayangan televisi yang relevan, baik ditinjau dari segipsikologi, etika, ekonomi dan agama.Penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi dampak negatif pengaruhtontonan televisi bagi siswa SMP serta dapat memberikan alternatif solusi bagi khalayakterhadap dominasi media massa dalam mengembangkan, baik pemahaman kritis maupunpartisispasi aktif, sehingga memampukan anak muda sebagai konsumen media membuatpenafsiran dan penilaian berdasarkan informasi yang diperolehnya.Kata Kunci: Perilaku, Televisi, Literasi dan Media
PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMBENTUK REALITAS SOSIAL Suryadi, Israwati
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.086 KB)

Abstract

Dampak dari keseluruhan proses konstruksi realitas sepertiyang telah diuraikan diatas, pertama-tama adalah berkenaan denganpengetahuan publik mengenai suatu persoalan dalam kehidupansosial. Hal ini berkaitan dengan isu ontologis, hakekat pengetahuansebagai hasil konstruksi realitas, dimana kualitasx amat bergantungpada dimensi epistemologis, cara masing-masing mediamenghimpun informasi mengenai realitas serta metodologi yangdipergunakan, apakah instrumennya handal dan informasinya ituvalid. Jika mengingat begitu banyak faktor yang terlibat dalampenyajian kembali realitas, maka secara ontologis realitas yangterdapat di media itu sangat terbuka untuk diperdebatkan.Kata Kunci : Media dan Realitas Sosial
TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK Suryadi, Israwati
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.441 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Symbolic Convergence Theory(CST) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Teori Konvergensi Simbolik(TKS) yang diilhami dari riset Robert Bales mengenai komunikasi dalamkelompok-kelompok kecil. Kemudian gagasan tersebut oleh ErnestBormann direplikasi ke dalam tindakan retoris masyarakat dalam skala yanglebih luas dari sekedar proses komunikasi kelompok kecil. Konvergensi(convergence) sebagai suatu cara dimana dunia simbolik pribadi dari duaatau lebih individu saling bertemu, saling mendekati satu sama lain, ataukemudian saling berhimpitan (the way in which the private symbolic worldsof two or more people begin come together or overlap). Sedangkan istilahsimbolik itu sendiri terkait dengan kecenderungan manusia untukmemberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagai lambang,tanda, kejadian yang tengah dialami, atau bahkan tindakan yang dilakukanmanusia.Ernest Bormann mengoperasionalkan teorinya dengan istilahFantasy Theme Analysis (FTA), sebagaimkata kunci dalam teori ini. Dalam teori ini, sebuah fantasi tidak merujukpada cerita-cerita fiktif atau keinginan erotis. Fantasi adalah cerita ataulelucon yang mengandung atau mengungkapkan emosi. Fantasi meliputiperistiwa dari seorang anggota kelompok di masa lalu, atau peristiwa yangmungkin terjadi di masa depan. Fantasi tidak mencakup komunikasi yangberfokus pada apa yang terjadi di dalam kelompok.Adapun istilah-istilahkunci dalam ATF adalah : Fantasy Theme ( Tema Fantasi), Fantasy Chain(rantai fantasi), Fantasy Type (Tipe Fantasi) dan Rhetorical Visions (Visiretoris).Di samping keempat konsep kunci tersebut, Bormann jugamenjelaskan bahwa dalam setiap analisis fantasi, atau kajian visi retorisyang lebih luas lagi, selalu terdapat empat elemen pokok berikut ; (1)Tokoh-tokoh terlibat (dramatic personae atau character); (2) Alur cerita(plot line); (3) Latar (scene) dan (4) Agen penentu kebenaran cerita(sanctioning agents).Kata Kunci : Simbolik dan Konvergensi
KAJIAN PERILAKU MENONTON TAYANGAN TELEVISI DAN PENDIDIKAN LITERASI MEDIA PADA REMAJA Suryadi, Israwati
Academica Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.882 KB)

Abstract

Relasi anak dengan televisi telah menjadi persoalan yang problematik. Di satu sisitelevisi adalah sarana transformasi ide, nilai, norma, dan transformasi mental ke arahpenyadaran, pencerahan, dan kemajuan kehidupan. Namun disisi lain televisi menularkanpengaruh buruk yang mendegradasi format kemanusiaan dan kemampuan berpikir anak.Dampak buruk media massa tersebut, terutama televisi melahirkan gagasan yang disebutmedia literacy. Suatu keterampilan yang diperlukan setiap orang dalam interaksinyadengan pesan media massa, di mana seseorang dapat memilih tayangan yang positif danmampu secara kritis menilai tayangan televisi yang relevan, baik ditinjau dari segipsikologi, etika, ekonomi dan agama.Penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi dampak negatif pengaruhtontonan televisi bagi siswa SMP serta dapat memberikan alternatif solusi bagi khalayakterhadap dominasi media massa dalam mengembangkan, baik pemahaman kritis maupunpartisispasi aktif, sehingga memampukan anak muda sebagai konsumen media membuatpenafsiran dan penilaian berdasarkan informasi yang diperolehnya.Kata Kunci: Perilaku, Televisi, Literasi dan Media
TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK Suryadi, Israwati
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.441 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Symbolic Convergence Theory(CST) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Teori Konvergensi Simbolik(TKS) yang diilhami dari riset Robert Bales mengenai komunikasi dalamkelompok-kelompok kecil. Kemudian gagasan tersebut oleh ErnestBormann direplikasi ke dalam tindakan retoris masyarakat dalam skala yanglebih luas dari sekedar proses komunikasi kelompok kecil. Konvergensi(convergence) sebagai suatu cara dimana dunia simbolik pribadi dari duaatau lebih individu saling bertemu, saling mendekati satu sama lain, ataukemudian saling berhimpitan (the way in which the private symbolic worldsof two or more people begin come together or overlap). Sedangkan istilahsimbolik itu sendiri terkait dengan kecenderungan manusia untukmemberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagai lambang,tanda, kejadian yang tengah dialami, atau bahkan tindakan yang dilakukanmanusia.Ernest Bormann mengoperasionalkan teorinya dengan istilahFantasy Theme Analysis (FTA), sebagaimkata kunci dalam teori ini. Dalam teori ini, sebuah fantasi tidak merujukpada cerita-cerita fiktif atau keinginan erotis. Fantasi adalah cerita ataulelucon yang mengandung atau mengungkapkan emosi. Fantasi meliputiperistiwa dari seorang anggota kelompok di masa lalu, atau peristiwa yangmungkin terjadi di masa depan. Fantasi tidak mencakup komunikasi yangberfokus pada apa yang terjadi di dalam kelompok.Adapun istilah-istilahkunci dalam ATF adalah : Fantasy Theme ( Tema Fantasi), Fantasy Chain(rantai fantasi), Fantasy Type (Tipe Fantasi) dan Rhetorical Visions (Visiretoris).Di samping keempat konsep kunci tersebut, Bormann jugamenjelaskan bahwa dalam setiap analisis fantasi, atau kajian visi retorisyang lebih luas lagi, selalu terdapat empat elemen pokok berikut ; (1)Tokoh-tokoh terlibat (dramatic personae atau character); (2) Alur cerita(plot line); (3) Latar (scene) dan (4) Agen penentu kebenaran cerita(sanctioning agents).Kata Kunci : Simbolik dan Konvergensi
PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMBENTUK REALITAS SOSIAL Suryadi, Israwati
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.086 KB)

Abstract

Dampak dari keseluruhan proses konstruksi realitas sepertiyang telah diuraikan diatas, pertama-tama adalah berkenaan denganpengetahuan publik mengenai suatu persoalan dalam kehidupansosial. Hal ini berkaitan dengan isu ontologis, hakekat pengetahuansebagai hasil konstruksi realitas, dimana kualitasx amat bergantungpada dimensi epistemologis, cara masing-masing mediamenghimpun informasi mengenai realitas serta metodologi yangdipergunakan, apakah instrumennya handal dan informasinya ituvalid. Jika mengingat begitu banyak faktor yang terlibat dalampenyajian kembali realitas, maka secara ontologis realitas yangterdapat di media itu sangat terbuka untuk diperdebatkan.Kata Kunci : Media dan Realitas Sosial