Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRODUKSI OBAT NYAMUK DENGAN BAHAN DASAR DAUN LILIGUNDI Suryaguna, I Made Sakta; Anantha, Gusti Ngurah Hary; Ambara Putra, Made Dwi
IPTEKMA Volume 1 No.1 - Januari 2009
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.548 KB)

Abstract

Di era globalisasi ini lapangan pekerjaan di Indonesia sangat sedikit. Tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang semakin tinggi peningkatannya. Ditambah persaingan yang semakin ketat, mendapat perkerjaan menjadi sebuah berkah bagi masyarakat. Faktanya pemerintah tidak mungkin menyediakan lapangan pekerjaan untuk semua penduduknya. Harga bahan bakar minyak yang semakin mahal membuat harga barang lain ikut naik tanpa diimbangi peningkatan pendapatan masyarakat. Walaupun ada bantuan yang diharapkan dapat mengimbangi, tetap saja belum menutupi masalah yang ada. Masyarakat seakan – akan menjadi pihak yang tidak berdaya, yang hanya pasrah menerima keadaan. Pengembangan lapangan kerja menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Salah satu lapangan pekerjaan yang menurut kami bisa dikembangkan sehingga dapat menyediakan pekerjaan bagi sebagian penduduk adalah industri obat nyamuk. Namun kebanyakan industri obat nyamuk yang ada menggunakan bahan – bahan kimia (insektisida kimiawi) yang berbahaya bila terakumulasi dalah tubuh. Bahkan nyamuk sudah resisten terhadap beberapa jenis insektisida kimiawi tersebut. Hal ini memotivasi kami untuk memanfaatkan bahan alami yang mudah mengalami degradasi untuk dijadikan alternatif. Daun Liligundi (Vitex trifolia) yang sudah dari dulu dipakai masyarakat Bali sebagai pengusir nyamuk menjadi pilihan yang paling tepat menurut kami. Berdasarkan literatur yang kami dapat dan percobaan yang kami lakukan, kami mendapatkan formula untuk membuat obat nyamuk bakar dengan bahan dasar daun liligundi yang praktis dan bahakn bisa dikomersilkan. Kami sangat mengharapkan tumbuhnya semangat masyarakat dalam menghadapi era yang semakin sulit ini dengan menumbuhkan sifat mandiri, berani, ulet dan tegar. Efisiensi sumber daya dan eksplorasi lapangan kerja yang baru yang menjanjikan hendaknya dilakukan oleh masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi salah satu penggerak menuju kemandirian dalam mengahadapi era globalisasi.
DIAGNOSIS AND MANAGEMENT OF INFANTILE HEMANGIOMA I Made Sakta Suryaguna
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.797 KB)

Abstract

Hemangiomas are benign neoplasms composed of proliverative and hyperplastic vascular endothelium with characteristic rapid growth of initial phase followed by involution phase or regression. Hemangiomas are the most common benign vascular tumor in the naonatus. The pathogenesis of hemangiomas still can not be explained with certainty although there is some suspicion about the cause. Clinical symptoms and diagnosis of hemangioma can be seen by the growth phase of hemangioma. Most hemangiomas will regress spontaneously, but treatment as early as possible with the appropriate modality can provide better results, especially with the new therapeutic modalities such promising class of beta blockers.
Improving The Diagnostic Accuracy of Exercise Stress Testing in Detecting Coronary Heart Disease using St/Hr Hysteresis Suryaguna, I Made Sakta; Wiryawan, I Nyoman
Jurnal Health Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v7i1.2796

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is still the leading cause of cardiovascular morbidity and mortality in the world, including in Indonesia. Cardiac test with electrocardiography (ECG) is a widely used non-invasive test because it is relatively low cost and easy to perform, but the standard parameter of ST segment depression has limitations in diagnostic accuracy. ST/HR hysteresis is an alternative parameter that considers changes in the ST segment to heart rate during the exercise and recovery phases, which are reported to have better diagnostic capabilities. This study aims to assess the improvement of the diagnostic accuracy of cardiac training tests in detecting CHD using ST/HR hysteresis. This study is a diagnostic study conducted at Sanglah Hospital Denpasar in the period of December 2018 to April 2019. The subjects of the study were patients with suspected CHD who had undergone cardiac training tests and coronary angiography as the gold standard. The analysis was carried out on the ST/HR value of hysteresis obtained from secondary data, then the optimal cut-off point was determined using Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis. A total of 134 patients were analyzed, with 59 patients (44%) proven to have significant CHD based on coronary angiography. The results of ROC analysis showed the cut-off point of ST/HR hysteresis ≥0.026 mV with an AUC value of 84.8%, sensitivity of 79.7%, and specificity of 85.3%. This value is higher than the variable parameters of the conventional ST segment. The net reclassification improvement (NRI) analysis showed a value of 0.28, which indicates an increase in diagnostic accuracy. It is concluded that ST/HR hysteresis improves the diagnostic accuracy of cardiac training tests and can be used as an effective and efficient additional parameter in detecting coronary heart disease.