Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Unsur Semiotika Penggunaan Bambu pada Masyarakat Etnik Mandar Abdul Asis; Muhammad Firman Halip
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 16, No 2 (2020): Pepatudzu Volume 16, Nomor 2, November 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v16i2.1770

Abstract

The Mandar tribe is one of the tribes in the province of West Sulawesi which has various local wisdoms. The Sendana community as one of the communities in the land of Mandar calls the name bamboo Tarring, in Sendana Village there are many types of bamboo that are grown and deliberately planted by residents, with many types of bamboo there are some of the residents who do not know the name, type, and use as well as the special meaning in the bamboos they encounter. This research is expected to provide useful data information in supporting the science of bamboo plants, as well as a library material for related parties in the context of developing the potential and utilization of bamboo. This research is a qualitative research with an interpretive description approach. Furthermore, the research refers to a semiotic analysis study based on Ferdinand De Saussure's theory by looking at the markers (signified) and markers (signifier) contained in the arrangement of the use of bamboo. Data collection techniques will use a documentation and interview system. Based on the results of the semiotic analysis of the use of bamboo in every activity that is considered sacred and the use of bamboo as the main material for the holy prayer, including substances that form the body, human existence, worship, forming blood according to its function, the cycle of human life, the structure of the building (Gazebo), tourism Mandar.
PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN MAMASA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN MAMASA Hamdan Hamdan; Abdul Asis; Welson Welson
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan mamasa dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat di kelurahan mamasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan mamasa dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat di kelurahan mamasa. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengopservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa yang di gunakan adalah analisa data kualitatif yang merupakan uraian serta menginterpretasikan data yang di peroleh di lapangan dari informan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) Motivasi diperlukan dengan adanya Peran LPM dan Kelurahan dalam memberikan motivasi kepada masyarakat dapat memberikan perkembangan dari segi ekonomi, sumbangan ide-ide sehingga ada kesadaran dalam diri masyarakat untuk saling bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur demi kesejahtran masyarakat di kelurahan mamasa, 2) Peningkatan kesadaran dan pelatihan kemampuan memang sangat di perlukan diperlukan di masyarakat namun belum terlaksana karena minimnya dana yang ada di kelurahan mamasa, 3) Manajemen diri dalam masyarakat sudah tercipta dengan mampu bersosial dalam masyarakat dan akan terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah setempat, 4) Mobilisasi Sumber daya sudah baik dalam hal penempatan dengan banyaknya sumber daya yang ada di masyarakat saat ini baik dari bidang pertanian, pendidikan, dan usaha-usaha yang bisa memandirikan masyarakat itu tidak terlepas dari peran LPM dalam menyadarkan masyarakat agar lebih berkembang dan tidak terlalu mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah yang hanya sesaat, 5) Pembangunan dan Pengembangan Jaringan dimana harus ada kerja sama antara pemerintah pemda dan kelurahan agar terbangun koneksi yang baik di pemerintahan kekurahan