Jaka Suryanta
Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerjasama, Badan Informasi Geospasial

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN PROSES DIE FORGING PADA PEMBUATAN KATUP MESIN SEPEDA MOTOR Suryanta, Jaka
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penempaan logam banyak dipakai pada industri pengolahan logam skala kecil, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk industri besar juga menggunakan teknik tempa dengan alat tempa mekanik. Teknik tempa pada industri kecil biasanya digunakan pada industri kerajinan logam yang membuat suatu bentuk produk baru dari bahan dasar logam. Salah satu produk tempa dalah katup. Katup berfungsi sebagai pengatur udara masuk dan gas pembakaran keluar dari ruang bakar. Katup dimana campuran udara bersih masuk disebut katup hisap (intake valve) dan tempat dimana gas keluar disebut katup buang (exhaust valve).Pada perancangan memiliki tujuan yaitu merancang die forging untuk pembuatan katup pada mesin sepeda motordan merancang proses manufaktur pembuatan mesin die forging untuk pembuatan katup pada mesin sepeda motor. Open die forging telah menggunakan palu mesin sebagai alat pembentuk. Perancangan menggunakan palu mesin ini, dapat dibuat benda kerja dengan ukuran yang lebih besar. Selain itu, tingkat kepresisian dan bentuk dapat diperoleh dengan lebih baik.Dari perencanaan dapat di ambil beberapa kesimpulan yaitu Proses desain model die forging dengan proses mendesain benda yang sebelumnya sudah ada untuk melakukan modifikasi atau perubahan kearah yang diharapkan, ada dua metode yang dapat diterapkan, yaitu: Metode CMM (Coordinat Measuring Machine) dan Metode Optical Contour Projector. Komponen  hasil  perancangan adalah holder guide bus, top plate, die clamp plate, die, guide pin, punch clamp plate, bottom plate, punch. Dalam perencanaan ini yang digunakan el adalah katup yang terbuat dari material alloy tool steel X14H14B sedang ditempa dengan menggunakan sistem cetakan berongga pada suhu 10000 C. Cetakan ( dies ) terbuat dari bahan hot work toolsteel yaitu AISI seri H11. Gaya penempaan yang dilakukan untuk menepa katup adalah 170,3 kg
PENGGUNAAN UNMANNED AERIAL VEHICLE UNTUK VALIDASI PETA RAWAN BANJIR DI KABUPATEN KUDUS DAN PATI Suryanta, Jaka
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.722 KB)

Abstract

ABSTRAKBanjir terjadi karena hujan lebat dengan sebaran merata dan dalam durasi relatif lama pada suatu wilayah cekungan atau dataran. Menurut tempat kejadiannya, banjir dikelompokkan menjadi empat jenis banjir yaitu banjir bandang, banjir kota, banjir pesisir, dan banjir sungai. Wilayah banjir ini dapat dipetakan dengan bantuan citra satelit, foto udara kemudian diintegrasikan dengan data Shuttle Radar Thematic Mapper (SRTM), bentuklahan, ditambah historis kejadian banjir. Data historis kejadian banjir sangat jarang didokumentasikan dalam bentuk peta poligon atau suatu area yang menggambarkan sebaran genangan, melainkan secara umum berupa titik-titik yang pernah tergenang. Luas genangan banjir akan berubah tergantung pada intensitas dan lama hujan, dengan demikian validasi sangat ideal dilakukan ketika terjadi banjir besar yang akan menunjukkan batas-batas genangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi peta rawan banjir daerah Pati dan Kudus yang sudah dipetakan pada tahun 2008 dengan membandingkan kembali kejadian banjir bulan Februari 2014. Peralatan yang digunakan adalah GPS untuk melakukan pengamatan pada titik-titik batas tergenang dan pesawat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk pengambilan foto udara pada batas-batas wilayah tergenang. Dari foto UAV bisa ditunjukkan batas genangan banjir, sawah, dan permukiman yang terendam banjir. Berdasarkan hasil pengamatan pada lima stasiun hujan ditunjukkan bahwa intensitas curah hujan tahun 2008 hampir sama dengan yang terjadi pada 2014 dengan pola sebaran banjir juga hampir sama. Setelah dilakukan pengamatan di beberapa titik dengan GPS dan foto UAV, peta rawan banjir menunjukkan ketelitian yang cukup baik.Kata Kunci: banjir, peta rawan banjir, UAVABSTRACTFlood occurs due to heavy rainfall that spread evenly in a basin within a relatively long duration. Based on its location, flood can be grouped into four types, namely flash flood, town flooding, coastal flooding and river flooding. The flood region can be mapped by using satellite imagery and aerial photography. Those data then was integrated with SRTM, landform, and historical flood data. Historical of flood events are rarely documented in the form of a polygon map or an area that describes the distribution of the flood inundation, but generally reported in the form of points that indicated the flooding locations. The spread of inundation would varies depending on the rainfall intensity and duration, thus the ideal validation is done during the occurrence of big flood to identify the limit and extent of flood area. This study aims to validate flood susceptibility maps of Pati and Kudus area that had been mapped in 2008, by comparing with the floods that occurred in February 2014. The equipment used were GPS as a tool to assist in observing the point of flood’s boundaries and Unmanned Aerial Vehicle (UAV) for collecting aerial photo of the flooded area boundaries. The boundary of flood waters can be seen from the photos of UAV including the flooded fields and settlements area. Meanwhile, based on the observations in five rainfall stations, the rainfall in 2008 almost at the same intensity as that occurred in 2014, with the distribution pattern of flooding is also about the same. Based on the observations made at several points marked using GPS and UAV’s photos, it shows that the flood susceptibility map of 2008 considered in a good accuracy.Keywords: flood, flood susceptibility map, UAV
SPATIAL MODELING IN SUSTAINABLE PEAT LAND MANAGEMENT BASED ON PEAT HYDROLOGICAL UNITS (KHG) Turmudi, Turmudi; Suwarno, Yatin; Munajati, Sri Lestari; Suryanta, Jaka
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.613-620

Abstract

Utilization of peatlands becoming more massive from time to time. On the other hand, efforts are needed to ensure the sustainability of peatland functions for the environment. In an effort to support the sustainability of peatland functions, spatial modelling with the basis of KHG is needed to facilitate its management. This study aims to provide input on the optimization of peatlands based on KHG to be used for the community, while maintaining its sustainability. The method used is spatial analysis that covered data KHG, Land Unit, Soil, Ground water level (GWL), Rainfall data. The results of the study show that KHG helps to more focus on determining the AOI (Area of interest) to be researched. The inputs needed for research based on KHG, are:- KHG analysis of: 1. land unit; 2. Rainfall data, 3. GWL data, 4. Soil data. that can identify KHG areas that need attention to be managed properly:the tidal peatland, and the peat dome for conservation efforts. Analysis of KHG with rainfall and GWL, it can be obtained the months (February and November) which function as controls on the success of management through the GWL value.