Alexander Alexander
Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK UTARA TAHUN 2019 Alexander, Utin Cindy Firdianty, elise putri, Ivan Harwin Utama,
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i2.93

Abstract

HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PONTIANAK UTARA TAHUN 2019 1Elise Putri, 2Ivan Harwin Utama, 3Alexander, 4Utin Cindy Firdianty Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail Korespendensi: alice.poeth90@gmail.com Abtrak Salah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia adalah angka kematian bayi. Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2016 menemukan angka kematian bayi sebesar560.000 dari kelahiran hidup akibat infeksi tali pusat. Infeksi tali pusat dapat terjadi karena perawatan tali pusat tidak standar, dimana di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir pada tahun 2019 ditemukan sebanyak 39% ibu tidak melakukan perawatan tali pusat sesuai standar yaitu menggunakan alat kering steril. kain kasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perawatan tali pusat dengan menggunakan kain kasa kering steril sesuai dengan standar panjang tali pusat bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan analisis data Chi Square. Populasi yang diteliti adalah 154 bayi. Pengambilan sampel dengan random sampling, jumlah sampel sebanyak 31 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis data dengan Chi Square didapatkan P-value 0,022 <α 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara perawatan tali pusat menggunakan kasa kering steril sesuai standar dengan lamanya waktu lepasnya tali pusat pada bayi baru lahir. Saran kepada Puskesmas agar tetap memberikan informasi tentang standar perawatan tali pusat yaitu kasa kering steril karena dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kasa kering steril sesuai standar efektif untuk melakukan perawatan tali pusat. Kata kunci: Perawatan Tali Pusat, Kassa Kering Steril, Bayi Baru Lahir
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUKESMAS PAL III KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2018 Alexander
Jurnal_Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Volume 8 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v8i1.98

Abstract

AbstrakStatus gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. di Pukesmas Pal III didapatkan 10 balita dengan gizi kurang dilihat dari tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai dengan usia. Tujuan dari penetlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dipukesmas Pal III Pontianak Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 sampel. Hasil penelitian diperoleh sangat sedikit dari responden (10,5%) yaitu 6 responden berpengetahuan baik. Sebagian besar dari responden (78%) yaitu 45 responden dengan Status Gizi normal. Dari hasil penelitian di peroleh nilai p value (0,600 ) > nilai alpha (0,005), hal ini berarti bahwa hipotesis nol (Ho) diterima dan Ha di tolak. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi. Diharapakan Pukesmas Pal III bisa memberikan penyuluhan pada saat posyandu dengan memberikan materi tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang pada balita dan menganjurkan kepada ibu-ibu agar melakukan pemantauan status gizi pada balita secara berkala di tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Pengetahuan, Status Gizi, Pukesmas Pal III, 2018
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS WAJOK HULU KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019 Nurul Hudayanti, Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i2.101

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CAREDI PUSKESMAS WAJOK HULU KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019 Alexander1, Nurul Hudayanti2 Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Email korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.com Abstrak Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Perubahan –perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis, oleh karenanya asuhan yang diberikan adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilandengankepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Wajok Hulu. Desainpenelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasidengan pendekatan cross sectionaldan sampel yang digunakan 42 orang sampel.Hasil penelitian sebagian besar dari responden yaitu 26 responden (62%) berpengetahuan kurangdanhampir seluruh dari responden yaitu 34 responden (81%) tidak patuh dalam melakukan kunjungan kehamilansesuai standar. Kesimpulan penelitian initidak ada hubungan antara Pengetahuan Pemeriksaan Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Caredi Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah Tahun 2019 dengan hasil X2hitung (1,9) < X2 tabel (5,991) Kata Kunci: Pengetahuan, Pemeriksaan Kehamilan, Kepatuhan ANC
STUDI LITERATUR PERSALINAN SC ELEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS Alexander, Yuliana,
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i2.105

Abstract

STUDI LITERATUR PERSALINAN SC ELEKTIF PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS [1]Yuliana, [2]Alexander Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Email Korespendensi: yuli.yuliana.uli@gmail.com Abtrak Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel darah putih (sel CD4) dan sehingga tidak dapat digunakan untuk sistem kekebalan tubuh. Persalinan merupakan salah satu pintu masuk Mother to Child HIV Transmission (MTCT) dari ibu kepada bayi melalui darah atau cairan vagina yang terinfeksi virus HIV. Penatalaksanaan pada ibu hamil dengan HIV harus berfokus pada penurunan risiko MTCT dan komplikasi maternal – neonatal melalui metode persalinan caesar secara elektif (ketika viral load > 1000 kopi/ml karena dapat terjadi peningkatan MTCT sebanyak 12 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penularan HIV / AIDS dari ibu kepada bayi. penatalaksanaan persalinan SC elektif pada ibu bersalin dengan HIV / AIDS dan persayaratan yang harus dipenuhi serta mengetahui penatalaksanaan pada bayi baru lahir dari ibu dengan HIV / AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah literatur review. Hasil penelusuran dari google scholar diperoleh dari 5 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini penularan HIV / AIDS dapat terjadi pada masa kehamilan karena penurunan sel T dan proses persalinan yang meningkatkan risiko terpapar darah atau cairan vagina yang tertelan bayi pada jalan lahir serta penularan HIV melalui ASI diketahui merupakan faktor penting penularan paska persalinan dan meningkatkan risiko transmisi dua kali lipat. Pada ibu hamil yang positif HIV di sarankan untuk melakukan persalinan secara SC Elektif yang dilakukan satu hingga dua minggu sebelum tanggal kelahiran bayi dan persalinan SC secara Elektif dapat dilakukan jika ada nya kontraindikasi persalinan pervaginam, indikasi fetal dan indikasi maternal. Kesimpulan penelitian ini semua ibu hamil dengan HIV positif disarankan untuk melakukan persalinan dengan seksio sesaria dan persalinan pervaginam yang direncanakan hanya boleh dilakukan oleh wanita yang mengkonsumsi HAART dengan viral load <50 kopi/mL. Kata kunci: Persalinan, Sectio Caesarean Elektif Pada Ibu Dengan HIV / AIDS
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PADA KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS WAJOK HULU KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2019 Alexander, Sri Apriani, Melyani,
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i1.119

Abstract

Keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah membuat pemerintah meluncurkan program kelas ibu. Kelas ibu adalah salah satu upaya untuk mempercepat pengurangan angka kematian ibu dengan pendekatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu. Kegiatan kelas ibu adalah media untuk belajar dalam kelompok tatap muka tentang kesehatan ibu dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang kehamilan, persalinan, perawatan persalinan dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik menggunakan buku KIA (Maternal and Child) Kesehatan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan partisipasi kelas ibu pada trimester ketiga di Pusat Kesehatan Wajok Hulu di Kabupaten Mempawah pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini adalah Puskesmas Wajok Hulu di Kabupaten Mempawah. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 wanita hamil pada trimester ketiga dengan sampel yang diambil dari seluruh populasi. Sampling jenuh digunakan untuk teknik pengambilan sampel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Hasil statistik diperoleh nilai Chi-Square sebesar 0,001 (nilai P <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan partisipasi ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Wajok Hulu Kabupaten Mempawah pada tahun 2019. Saran dalam rangka untuk meningkatkan layanan di kelas ibu ibu hamil sehingga pengetahuan ibu dapat meningkat dan berpartisipasi dalam kelas ibu hamil trimester ketiga dan dapat membantu upaya mengurangi AKI (Angka Kematian Ibu).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE DI PUSKESMAS WAJOK HULU Kamil Rusda Yani, Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Kebidanan Volume 11 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v11i1.133

Abstract

AbstrakDi Kalimantan Barat, pasangan usia subur paling banyak menggunakan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non- MKJP) untuk mengatur jarak kelahiran, yaitu sebesar 87,9% sedangkan untuk MKJP adalah sisanya yaitu sebesar 12,1%. Ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya pemakaian alat kontrasepsi IUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi di Puskesmas Wajok Hulu. Metode penelitian ini Cross Sectional analitik korelasi. Total sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden yang tidak menggunakan kontrasepsi Intra Uterine Devices di Puskesmas Wajok. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa 43 orang (86%) berusia 20-35 tahun, 23 orang (46%) berpendidikan rendah, 26 orang (52%) berpengetahuan kurang, 34 orang (68%) memiliki 1-4 anak, 26 orang (52%) pendapatan tidak mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 35 orang (70%) agama tidak mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 40 orang (80%) dukungan suami mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi, 35 orang (70%) petugas kesehatan tidak mempengaruhi dalam memilih alat kontrasepsi, pemilihan alat kontrasepsi 16 (32%) orang memilih PIL, 34 (68%) orang memilih KB suntik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan dan paritas. Puskesmas Wajok hulu dapat memberikan pendidikan penyuluhan konseling terhadap responden dalam pemilihan jenis kontrasepsi dan dapat menyediakan tempat konseling khusus.Kata Kunci: Faktor, Kontrasepsi. IUD
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI POSKESDES DESA PINANG LUAR KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2021 Melyani, Jeni , Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Kebidanan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v11i2.155

Abstract

Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Secara global tahun 2016 60% bayi dan diberikan MP-ASI usia < 6 bulan. Di Indonesia tahun 2012 mendapat MP-ASI 0-1 bulan 9,6%, 2-3 bulan 16,7%, 4-5 bulan 43,9%. Hasil studi pendahuluan di Poskesdes Pinang Luar 20 bayi diberikan MP-ASI dini, 3 bayi mengalami gangguan pertumbuhan BGM, 3 bayi mengalami keterlambatan motorik kasar, 2 bayi keterlambatan sektor motorik halus, 2 bayi keterlambatan sektor bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini di poskesdes desa pinang luar kecamatan kubu kabupaten kubu raya tahun 2021. Metode Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu seluruh ibu yang berkunjung sebanyak 46 orang. Hasil penelitian analisis uji chi square adanya hubungan faktor pendidikan (p value 0,011 kurang dari 0,05) dan keterpaparan media (p value 0,027 kurang dari 0,05). Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan (p value 0,245 lebih besar dari 0.05), pekerjaan (p value 0,209 lebih besar dari 0,05), dukungan keluarga (p value 0,231 lebih besar dari 0,05) dan dukungan bidan (p value 0,848 lebih besar dari 0,05). Perlu melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) untuk keluarga, mengadakan demonstrasi cara membuat MP-ASI, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, kader dan terutama keluarga untuk tidak memberikan MP-ASI Dini pada bayi usia < 6 bulan.
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual AIDS (AVA) Terhadap Perilaku 3 M Pencegahan Covid-19 Pada Lansia Di Panti Werdha Marie Joseph Pontianak Alexander Alexander; Yuliana Yuliana
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 10 No 2 (2021): JIKP
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.027 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v10i2.273

Abstract

Pencegahan penularan COVID-19 pada lansia merupakan prioritas pemerintah melalui Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus (Covid-19) yang melibatkan pemerintah daerah untuk pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan 3 M. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh media edukasi poster dan video terhadap Perilaku 3M pencegahan COVID-19 pada Lansia di Panti Werdha Marie Joseph. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pre post test design. Hasil Penelitian : Hasil uji t-test p-value 0,335 > α (0,05), ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan media AVA terhadap perilaku 3M pencegahan Covid 19 pada Lansia di Panti Werdha Marie Joseph Pontianak. Tidak adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah pengunaan media AVA terhadap perilaku pencegahan Covid 19 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa media AVA tidak efektif untuk melakukan perubahan perilaku Lansia. Hal ini dikarenakan perubahan mental (fungsi kognitif) pada lansia terjadi penurunan memori jangka pendek dan jangka panjang, intelegensia, berkurangnya penampilan, persepsi dan ketrampilan, psikomotor.