Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Disaster Recovery Plan Dengan Sistem Fail Over Menggunakan Drbd Dan Heartbeat Pada Data Center Fkip Uns Afif, Mohammad Faruq; Suryono, Tito
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Seruni 2012 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Disaster Recovery Plan (DRP) adalah suatu terminologi yang sudah banyak dikenal oleh perusahaan-perusahaan yang basis bisnisnya adalah teknologi informasi (TI). Dunia bisnis yang kegiatan bisnisnya ditopang oleh TI, dituntut untuk memiliki sistem yang high availability. Oleh karena itu, sebuah perusahaan tidak bisa lepas dari adanya perencanaan tentang terjadinya force majeure pada data dan infrastruktur TI yang dimiliki perusahaan tersebut. Demikian juga dengan instansi perguruan tinggi (PT) yang telah menerapkan e-administration dalam sistem administrasi. Sebuah sistem dan infrastruktur TI dengan availabilitas yang tinggi merupakan tuntutan PT untuk memberikan layanan yang prima kepada stakeholder. Untuk menghindari adanya force majeure yang dapat menimbulkan down time pada sistem e-administration diperlukan DRP yang diimplementasikan dengan management yang baik. Sistem Fail Over merupakan salah satu cara untuk mengatasi keadaan yang memaksa, apabila terjadi suatu kejadian yang mengakibatkan sistem utama down maka secara otomatis sistem backup akan menggantikan peran sistem utama. DRBD merupakan suatu aplikasi replikasi storage block device antar 2 buah server, yang memungkinkan melakukan sinkronisasi 2 server dengan metode Uptime, Synchronous dan Asynchronous. Sedangkan Heartbeat adalah sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi apabila server utama down maka Heartbeat akan secara otomatis mengarahkan peran server utama kepada server backup. Pada implementasi ini server utama dan server backup akan ditempatkan pada data center yang berbeda. kata kunci/Key word : backup data, disaster recovery plan, replikasi,
Implementasi Disaster Recovery Plan Dengan Sistem Fail Over Menggunakan DRBD Dan Heartbeat Pada Data Center FKIP UNS Afif, Mohammad Faruq; Suryono, Tito
IJNS - Indonesian Journal on Networking and Security Vol 1, No 1 (2012): IJNS November 2012
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.531 KB)

Abstract

Abstrak : Disaster Recovery Plan (DRP) adalah suatu terminologi yang sudah banyak dikenal oleh perusahaan-perusahaan yang basis bisnisnya adalah teknologi informasi (TI). Dunia bisnis yang kegiatan bisnisnya ditopang oleh TI, dituntut untuk memiliki sistem yang high availability. Oleh karena itu, sebuah perusahaan tidak bisa lepas dari adanya perencanaan tentang terjadinya force majeure pada data dan infrastruktur TI yang dimiliki perusahaan tersebut. Demikian juga dengan instansi perguruan tinggi (PT) yang telah menerapkan e-administration dalam sistem administrasi. Sebuah sistem dan infrastruktur TI dengan availabilitas yang tinggi merupakan tuntutan PT untuk memberikan layanan yang prima kepada stakeholder. Untuk menghindari adanya force majeure yang dapat menimbulkan down time pada sistem e-administration diperlukan DRP yang diimplementasikan dengan management yang baik. Sistem Fail Over merupakan salah satu cara untuk mengatasi keadaan yang memaksa, apabila terjadi suatu kejadian yang mengakibatkan sistem utama down maka secara otomatis sistem backup akan menggantikan peran sistem utama. DRBD merupakan suatu aplikasi replikasi storage block device antar 2 buah server, yang memungkinkan melakukan sinkronisasi 2 server dengan metode Uptime, Synchronous dan Asynchronous. Sedangkan Heartbeat adalah sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi apabila server utama down maka Heartbeat akan secara otomatis mengarahkan peran server utama kepada server backup. Pada implementasi ini server utama dan server backup akan ditempatkan pada data center yang berbeda. kata kunci/Key word : backup data, disaster recovery plan, replikasi,
Implementasi Disaster Recovery Plan Dengan Sistem Fail Over Menggunakan DRBD Dan Heartbeat Pada Data Center FKIP UNS Afif, Mohammad Faruq; Suryono, Tito
IJNS - Indonesian Journal on Networking and Security Vol 2, No 2 (2013): IJNS April 2013
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.531 KB)

Abstract

Abstrak : Disaster Recovery Plan (DRP) adalah suatu terminologi yang sudah banyak dikenal oleh perusahaan-perusahaan yang basis bisnisnya adalah teknologi informasi (TI). Dunia bisnis yang kegiatan bisnisnya ditopang oleh TI, dituntut untuk memiliki sistem yang high availability. Oleh karena itu, sebuah perusahaan tidak bisa lepas dari adanya perencanaan tentang terjadinya force majeure pada data dan infrastruktur TI yang dimiliki perusahaan tersebut. Demikian juga dengan instansi perguruan tinggi (PT) yang telah menerapkan e-administration dalam sistem administrasi. Sebuah sistem dan infrastruktur TI dengan availabilitas yang tinggi merupakan tuntutan PT untuk memberikan layanan yang prima kepada stakeholder. Untuk menghindari adanya force majeure yang dapat menimbulkan down time pada sistem e-administration diperlukan DRP yang diimplementasikan dengan management yang baik. Sistem Fail Over merupakan salah satu cara untuk mengatasi keadaan yang memaksa, apabila terjadi suatu kejadian yang mengakibatkan sistem utama down maka secara otomatis sistem backup akan menggantikan peran sistem utama. DRBD merupakan suatu aplikasi replikasi storage block device antar 2 buah server, yang memungkinkan melakukan sinkronisasi 2 server dengan metode Uptime, Synchronous dan Asynchronous. Sedangkan Heartbeat adalah sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi apabila server utama down maka Heartbeat akan secara otomatis mengarahkan peran server utama kepada server backup. Pada implementasi ini server utama dan server backup akan ditempatkan pada data center yang berbeda. kata kunci/Key word : backup data, disaster recovery plan, replikasi,
The management of On-the-job training through web-based application at Vocational High School (SMK) in network computer engineering majors Suryono, Tito; Wibawanto, Hari; Samsudi, Samsudi
IJIE (Indonesian Journal of Informatics Education) Vol 2, No 1 (2018): IJIE (Indonesian Journal of Informatics Education)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijie.v2i1.18594

Abstract

Multiple system education in SMK through On-the-job training is an effort to increase graduate quality in industrial capability. The stages of this research are data collection stage (introduction), system development stage, and evaluation phase (testing). This study, which is research and development, aims to know the feasibility and practicality of the design of web-based applications.The research was conducted at State Vocational High School (SMK Negeri) Jumantono Karanganyar particularly in majors of network computer engineering which involved 12 students of small trial group and 109 students of large-scale test.The data collection method used was observation, documentation, and questionnaire. The data obtained were then analyzed by descriptive analysis technique. The result of black box test done by using 43 items was in accordance with its function. The application expert's validation of this research was 88% meaning that it was very reasonable criteria. Meanwhile, the validation of substance was 89% meaning that it was very feasibleThe result of the usability test for the small-scale group was 68% then, it was improved and tested on a large scale that resulted 85% and was considered as practical. Thus, it can be concluded that the development of web-based On-the-job training management applications is very feasible and practical to be used On-the-job training management in SMK. It is suggested that the use of On-the-job training applications must be intensified.