Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE LINE BALANCING UNTUK EFISIENSI PRODUKSI PADA BAGIAN LINE FACE LATHE (STUDI KASUS PT.XYZ) Muhammad Mughni; Rianita Puspita Sari
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 8, No 2 (2021): TEKNOVASI JUNI 2021
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55445/teknovasi.v8i2.518

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang insulasi thermal. Masalah yang dihadapi perusahaan adalah adanya ketidakseimbangan di lintasan produksi yang berakibat adanya kesenjangan yang sedikit jauh antara permintaan produk face lathe dan aktual produksi yang dihasilkan departemen Ring Production. Untuk menyelesaikan permasalahan ini perlu dilakukan penyeimbangan lintasan produksi dan perhitungan takt time. Hal ini dapat dilakukan dengan metode Line Balancing yaitu metode penugasan sejumlah pekerjaan yang saling berkaitan dalam satu lintasan produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut. Metode Line Balancing yang digunakan adalah metode bobot posisi (Rangked Positional Weight) dan metode Killbridge-Wester. Dari perhitungan takt time dan kedua metode Line Balancing yang digunakan sebagai solusi penyimbangan lintasan, terjadi perbaikan performansi dengan nilai sama pada lintasan produksi. Hasil perhitungan takt time Untuk memenuhi permintaan dari pelanggan, berdasarkan data pemesanan pelanggan pada bulan September, Oktober, dan November 2019 dalam perhitungan takt time menunjukkan bahwa 1 unit produk harus di produksi dengan waktu 45,14 detikperproduk. Nilai efisiensi lintasan (line efficiency) meningkat menjadi 74,60 % dari 70,06 % pada kondisi awal. Nilai keseimbangan waktu senggang (balance delay) turun menjadi 25,39 % dari 29,94 % pada kondisi awal. Sehingga didapatkan jumlah stasiun kerja yang diusulkan sebanyak 2 stasiun kerja, berkurang satu stasiun kerja dari sebelumnya memiliki 3 stasiun kerja.