Absract: This article is about interpretation QS. Al-Baqarah: 190-193 used by terrorists to justify their violence action in Indonesia. The development of radicalism in Indonesia continues growing, especially in the ideologies and movement to change Indonesia into an Islamic state ideology. Terrorism and radicalism can not be separated from the Qur’anic interpretation as the basic foundation for jihadis’ beliefs. This article is to argue that jihad is not war and hostilties against others. Qur'anic verses have provided moral ideas and moral message that can be developed in the community. With Maghza Cum Ma'na approach in interpreting the Qur'an. Al-Baqarah: 190-193, the author wants to reveal the contextual meaning behind the verses that could be implemented by the general public.Keyword: Terrorism, Fitnah, Interpretation, Ma'na Cum Maghza, QS. Al-Baqarah Abstrak: Artikel ini berisi tentang Penafsiran QS. Al-Baqarah : 190-193. Ayat adalah tersebut menjadi dasar pelaku terorisme di Indonesia. Perkembangan terorisme di Indonesia terus berkembang terutama gerakan tersebut mempunyai dasar ingin mengganti ideologi Indonesia menjadi negara Islam. Gerakan terorisme dan radikalisme tidak terlepas dari Alquran sebagai landasan dasar untuk jihad di jalan Allah. Jihad tidak perang dan saling bermusuhan satu sama lain. Kita ketahui bersama bahwa setiap dalam Alquran pasti mempunyai ide moral dan pesan moral yang dapat dikembangkan di masyarakat. Dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza dalam menafsirkan QS. Al-Baqarah: 190-193, penulis ingin mengungkap makna kontekstual di balik ayat sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat pada umumnya.Kata Kunci : Terorisme, Fitnah, Interpretasi, Ma’na Cum Maghza, QS. Al-Baqarah.