Penelitian dilakukan di Desa Bukit Langkap, Kabupaten Lingga, Kepualauan Riau. Desa Bukit Langkapmerupakan desa transmigrasi yang dibentuk pada tahun 1988. Sebanyak 80% lahan masyarakat belumdibuka dan dimanfaatkan. Pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat berbasis social entrepreneurship.Tujuan penelitian (1) mengetahuai proses pemberdayaan masyarakat berbasis social enterpreneurship dibidang pertanian dan peternakan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaanmasyarakat berbasis social enterpreneurship di bidang pertanian dan peternakan. Metode penelitian adalahkualitatif dengan teknik analisis data pendekatan deskriptif desain Grounded Theory Approach. Sampel yangdigunakan adalah purposive sampling sebanyak 33 orang yang dipilih. Pengumpulan data dilakukan melaluiobservasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan cara member checking. Analisis datamenggunakan open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaanmasyarakat melalui tahapan (1) Penyadaran, melibatkan tokoh masyarakat sebagai penyuluh, penggerak,motivator dan teladan, (2) Pengakapasitasan, melalui kegiatan pelatihan,(3) Pendayaan, melalui otoritasmasyarakat. Faktor pendukung social entrepreneurship adalah (a) Modal awal, (b) Partisipasi aktifkelompok tani dan ternak dan (c) Peran tokoh masyarakat. Faktor penghambat social entrepreneurshipadalah (a) Rendahnya leadership, (b) Kurang siapnya sumberdaya manusia dan (c) Kurangnya kemampuandi bidang pertanian dan peternakan.