Sinta Dwi Mustikawati
Sekolah Pascasarjana Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

This is Not a Power Game: Dinamika Perkawinan Campur dalam Sebuah Relasi Bisnis Sinta Dwi Mustikawati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.903 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57676

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dinamika kuasa antara perempuan Indonesia dan laki-laki kulit putih dalam konteks pasangan perkawinan campur yang mengelola bisnis bersama. Relasi lintas bangsa, terutama relasi antarras di Indonesia masih dibayangi oleh stereotipe mobilitas vertikal seperti yang diungkapkan oleh Frantz Fanon. Perempuan masih diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki agensi di dalam relasi lintas bangsa semacam ini. Pada praktiknya, produk-produk hukum di Indonesia yang mengatur perkawinan campur membuktikan adanya kapital-kapital simbolis yang dimiliki oleh perempuan Indonesia untuk memunculkan agensi di dalam relasi perkawinan campur. Salah satu aspek perkawinan campur yang memperlihatkan kondisi ini adalah ketika para pelaku kawin campur mengelola bisnis bersama. Warga negara asing yang hendak membangun bisnis di Indonesia seringkali terganjal oleh ketatnya kebijakan pemerintah sehingga membina relasi dengan warga negara Indonesia merupakan salah satu strategi untuk mempermudah legalisasi bisnis yang mereka bangun. Meskipun demikian, kondisi ini juga memperlihatkan tumpang tindih relasi antar budaya, yakni antara relasi intim dan bisnis di dalam perkawinan mereka. Melalui metode observasi partisipatoris dan etnografi, kajian ini memperlihatkan relasi kuasa yang kompleks yang diakibatkan oleh pertukaran simbolik antara kapital kultural yang dimiliki oleh para pelaku kawin campur.