Djoko Wahyono
Magister Farmasi, Klinik Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKIBAT PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PORTAL TERHADAP EPISODE KEJADIAN HEMATEMESIS-MELENA PADA PASIEN DENGAN SIROSIS HATI DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA Eka Purnomo; Djoko Wahyono; Dewa Putu Pramantara
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.067 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24074

Abstract

Hematemesis dan atau Melena merupakan keluhan yang sering terjadi pada penderita sirosis hati dengan varises gastroesofagus. Hematemesis dan atau Melena terjadi karena perdarahan varises. Setiap episode perdarahan membawa risiko kematian sebesar 25% - 30%. Pencegahan perdarahan varises dengan menggunakan obat anti hipertensi portal yang tepat dapat mengurangi risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi portal serta mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi portal yang meliputi: ketepatan dosis dan luaran terapi. Penelitian ini bersifat observasi deskriptif dan dikerjakan secara retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang menerima obat antihipertensi portal pada periode Januari 2008 hingga Desember 2010. Data yang diperoleh dikaji dan dibahas dengan acuan guidelines terbaru. Sebanyak 41 kasus inklusi menunjukkan bahwa 92,7% pasien menggunakan propranolol dan 7,3% pasien menggunakan isosorbid mononitrat. Luaran penggunaan obat antihipertensi portal berdasarkan kejadian hematemesis dan atau melena yaitu pada pasien yang menggunakan propranolol sebagai profilaksis primer terdapat satu pasien (11.1%) yang mengalami hematemesis sedangkan pada pasien yang menggunakan isosorbid mononitrat dapat mencegah terjadinya hematemesis dan atau melena. Pada pasien yang menggunakan propranolol sebagai profilaksis sekunder terdapat 11 pasien (37,9%) yang mengalami hematemesis dan atau melena sedangkan pada pasien yang menggunakan isosorbid mononitrat tidak dapat mencegah terjadinya hematemesis dan atau melena.