Sri Mursiti
Department Of Chemistry, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, State University Of Semarang, Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang 50229

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Abdimas

PENGOLAHAN EMPON-EMPON PASCAPANEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA JUAL PRODUK UNTUK MENUNJANG KESEJAHTERAAN KELUARGA Triastuti Sulistyaningsih; Sri Mursiti
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v18i2.5739

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengolahan empon-empon pascapanen dalam upaya meningkatkan daya jual produk untuk menunjang kesejahteraan keluarga di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Masyarakat Pakintelan banyak menanam tanaman empon-empon tetapi belum dapat mengolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis pasca panennya. Saat ini telah banyak dijual ekstrak kunyit-asam, ekstrak temulawak, ekstrak jahe, dan ekstrak beras kencur yang digunakan sebagai minuman penyegar, dapat diminum dengan air panas ataupun dengan air dingin. Ekstrak-esktrak tersebut merupakan hasil pengolahan rimpang empon-empon dengan metode tertentu. Produk tersebut dikemas dalam kantong plastik yang menarik dan higienis serta memiliki harga jual yang lebih tinggi dibanding bila masih dalam bentuk rimpang, namun kesemuanya ini bukan hasil produksi petani di wilayah Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, maka perlu diadakan kegiatan untuk mengolah empon-empon menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis yaitu menjadi esktrak bergula. Kerangka pemecahan masalah yang ditempuh adalah: 1) merancang prosedur pengolahan empon-empon; 2) uji coba hasil nomor 1; 3) pengenalan prosedur pengolahannya kepada khalayak sasaran. Metode yang digunakan adalah ujicoba, pelatihan dan diskusi. Para peserta sangat antusias dalam kegiatan ini , terlihat pada acara diskusi dan kehadiran peserta pada pelatihan yang mencapai 90%. Respon peserta sangat positip sehingga jika ada kesempatan lain kegiatan pengadian seperti ini dilanjutkan lagi terutama kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.