Mutia Reza
Department Of Chemical Engineering, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan 76127, East Kalimantan|Institut Teknologi Kalimantan|Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Characterization of Bottom Ash Waste Adsorbent from Palm Oil Plant Boiler Burning Process to Adsorb Carbon Dioxide in a Fixed Bed Column Novi Sylvia; Fitriani Fitriani; Rozanna Dewi; Rizka Mulyawan; Abrar Muslim; Husni Husin; Yunardi Yunardi; Mutia Reza
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.66509

Abstract

Palm oil bottom ash utilization from mill boilers as CO2 adsorbent has been in use for few years. This study aims to examine adsorbent characteristics and capabilities of bottom ash produced from boiler combustion in palm oil industry for CO2 adsorption before and after utilization, such as compound functional group using the Fourier Transform Infra-Red (FT-IR) spectrophotometer, adsorbent morphology through Scanning Electron Microscopy (SEM), and compound amount using Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDX). The CO2 adsorption was carried out in fixed-bed column. Process variables consist of volumetric flow rate, contact time and bed height. Results showed that SiO2 compounds in the heterogeneous form with average particle size of 1073 nm, as supported by FT-IR spectrum finding indicating SiO2 signal at wavelength of 958–954 cm–1. Additionally, EDX analysis showed Silica and Oxygen content of 11.88% and 36.90%, resulting 70% CO2 adsorption capacity of 0.350 mg/g at discharge of 5 L/min, contact time of 40 min, and bed height of 12 cm. Langmuir isotherm model was obtained with R2 of 0.998, qm of 1.588, and kL of 0.144. Meanwhile, the kinetic model followed a simple first-order prototypical with R2 of 0.952, C02 of 0.260, and k1 of 0.006.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERDAMPAK USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KELURAHAN GUNUNG SAMARINDA KOTA BALIKPAPAN Memik Dian Pusfitasari; Mutia Reza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 3 No. 1 (2022): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.156 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v3i1.672

Abstract

Usaha penggemukan sapi potong menimbulkan konflik sosial dikarenakan dalam keadaan lembap dan terus menerus menumpuk maka akan mengganggu kondisi kesehatan masyarakat, terutama pada indra penciuman dan pernafasan. Merujuk pada permasalahan tersebut, dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Solusi ini menjadi alternatif yang sederhana dan dapat dijangkau oleh masyarakat dikarenakan bahan serta peralatan yang digunakan dapat diperoleh di kehidupan sehari-hari. Tahapan yang diimplementasikan yaitu (1) Konsolidasi tim dan komunikasi dengan masyarakat mitra; (2) Uji coba pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk cair dan penerapan pupuk cair ke tanaman sayur; (3) Pembuatan kemasan dan uji coba pemasaran pupuk cair; dan (4) Pelaksanaan pelatihan, demonstrasi pembuatan pupuk cair, serta penanaman sayuran. Secara keseluruhan ketercapaian ini memberikan pengaruh positif terhadap warga baik itu bersifat menambah wawasan maupun penghasilan. Penghasilan warga akan dapat bertambah dengan menggunakan pupuk organik cair untuk menyuburkan tanaman sayuran sendiri, yang mana baik pupuk organik cair maupun tanaman sayuran nantinya dapat dikomersialkan. Pupuk organik kemudian diaplikasikan ke tanaman cabai. Dilakukan pengamatan pada daun tanaman cabai, di mana daun tanaman cabai yang diberi pupuk akan lebih besar daripada daun tanaman cabai yang tidak diberi pupuk. Hal ini membuktikan bahwa pembuatan pupuk organik telah tervalidasi dan bermanfaat sesuai dengan fungsinya.
Optimization of Methylene Blue Dye Adsorption in Fixed Bed Column Packed with Tea Waste via Response Surface Methodology Novi Sylvia; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Hendi Setiawan; Dinda Humaira; Mutia Reza
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 26, No 8 (2023): Volume 26 Issue 8 Year 2023
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.26.8.310-317

Abstract

Tea waste is a low-cost alternative material for making adsorbent to remove methylene blue from synthetic dye wastewater perpetually. Optimization of the adsorbent process utilized Response Surface Methodology (RSM) and a continuously operating system in a fixed bed column. The independent variables in the research are X1 (bed height), X2 (contact time), and X3 (flow rate). The dependent variable is Y1 (removal efficiency) with a matrix design by Box-Behnken. The optimum condition of methylene blue (MB) B removal was found at X1=16 cm, X2=90 min, and X3=4 L/min with an adsorption efficiency of 90.45%. After the activation and adsorption of MB dye, the complete FTIR spectrum shows a distinct peak at 2933.7 cm-1. The results of the EDX analysis performed on tea waste reveal the presence of nitrogen (element N) following the adsorption process. This observation strongly suggests that the tea waste has effectively absorbed MB, as nitrogen is a constituent element found in the molecular structure of MB.