Susilawati Susilawati
STIE Syariah Bengkalis

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Perhitungan Bagi Hasil Berdasarkan Equivalent Rate Terhadap Tabungan Mudharabah Pada PT. Bank Mega Syariah Kantor Cabang Pembantu Pekanbaru Susilawati Susilawati
JAS (Jurnal Akuntansi Syariah) Vol 3 No 1 (2019): JAS (Jurnal Akuntansi Syariah) - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/jas.v3i1.162

Abstract

PT. Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru merupakan salah satu lembaga keuangaan syariah yang ada di kota Pekanbaru, yang berfungsi membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, dalam hal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode equivalent rate yang digunakan dalam menghitung bagi hasil pada akad mudharabah, pada PT. Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru dalam menghitung bagi hasil menggunakan akad mudharabah ialah metode equivalent rate yaitu dengan cara mengkonversi bagi hasil untuk seluruh nasabah pada masing-masing produk DPK kedalam bentuk persentase yang dihitung dari total saldo rata-rata tiap jenis produk dan menghitung besar pendapatan yang akan di bagi hasilkan untuk masing-masing jenis produk. Maka kemungkinan yang akan terjadi ialah tingkat bagi hasil yang diterima oleh oleh pemilik dana akan mengalami perubahan setiap bulannya tergantung besar pendapatan yang diperoleh oleh bank atas hasil penyaluran. Kondisi ini akan mempengaruhi para pemilik dana untuk melakukan investasi kepada bank syariah yang nyatanya justru memberikan hasil yang benar-benar dari pendapatan yang diperoleh oleh bank secara optimal sehingga layak dan mampu memberikan keuntungan yang maksimal bagi pemilik dana. Dari penelitian yang penulis lakukan tersebut maka dapat diketahui bahwa metode equivalent rate tabungan mudharabah pada PT. Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru, telah sesuai dengan Fatwa MUI tentang tabungan mudharabah, dimana contoh kasus yang penulis ilustrasikan dengan metode equivalent rate baik bank maupun nasabah sama-sama mendapatkan keuntungan sesuai perolehan pendapatan dengan nisbah yang telah disepakati pada perjanjian awal.
Analisis Pemasaran Ikan Dalam Meningkatkan Pendapatan Nelayan Di Kabupaten Bengkalis (Tinjauan Perspektif Ekonomi Islam) Susilawati Susilawati
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 8 No 1 (2019): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v8i1.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal dalam menjalankan kegiatan pemasaran ikan di Kabupaten Bengkalis, (2) Saluran distribusi pemasaran yang ditempuh oleh nelayan di Kabupaten Bengkalis, (3) Tinjauan perspektif ekonomi Islam terhadap pemasaran ikan yang dilakukan oleh nelayan di Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah nelayan yang ada di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah populasi sebesar 2986 orang pada tahun 2015 diperkecil dengan rumus Solvin sehingga jumlah sampel menjadi 97 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, pembagian angket (koesioner), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor Internal meliputi; kekuatan dan kelemahan. a. Kekuatan yaitu, Kemampuan hasil produksi perikanan yang cukup besar, Melimpahnya sumberdaya kelautan dan perikanan, dan letak wilayah yang strategis. b. kelemahan yaitu, produksi hasil tangkapan yang tidak menentu, harga yang tidak setabil, kelembagaan TPI (tempat pendaratan ikan) yang tidak berfungsi, dan lemahnya pengetahuan pemasaran. Dan faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman; a. Peluang yaitu, produksi hasil tangkapan yang bervariasi, wilayah pemasaran yang luas, dan kualitas hasil tangkapan yang segar. b. Ancaman yaitu, produksi hasil tangkapan yang mudah rusak, penetapan harga secara sepihak, pengetahuan masyarakat tentang harga yang masih rendah, dan perkembangan teknologi dalam pemasaran yang masih minim. Saluran distribusi pemasaran ikan yang ditempuh nelayan Kabupaten Bengkalis adalah 1) Nelayan memasarkan langsung kepada Konsumen; 2) Nelayan memasarkan langsung kepada pedagang pengumpul untuk kemudian dipasarkan kembali kepada pedagang pengecer maupun konsumen akhir; 3) Nelayan memasarkan langsung kepada pedagang pengecer untuk kemudian didistribusikan kepada konsumen akhir. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pemasaran ikan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis dalam kegiatan pemasaran harus berlandaskan nilai-nilai Islam berkaitan dengan kualitas dan keberadaan barang, penetapan harga barang, tempat distribusi barang, serta promosi barang yang terhindar dari adanya unsur garar, Ikhtikar, menzolimi, terzolimi dan unsur riba dalam aktivitas pemasaran.