Ni Nyoman Sulasmi S.Si.T., M.Kes
akbid RSPAD Gatot Soebroto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT AKSEPTOR KB IUD DI PUSKESMAS KELURAHAN PAPANGGO I PERIODE JUNI-JULI 2015 Ni Nyoman Sulasmi S.Si.T., M.Kes
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 3 (2015): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/Intra Uterine Device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik yang halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. Tujuan Penelitian : Penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat pengunaan akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I periode Juni – Juli 2015. Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan Instrument yang digunakan yaitu kuisioner. Pengambilan sampel dengan tehnik asidental sampling. Adapun variabel yang diteliti yaitu variebel dependent adalah Akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I, sebagai variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil Penelitian : Dapat di simpulkan bahwa distribusi frekuensi Akseptor KB IUD dari 49 akseptor KB terdapat 11 akseptor (22.4%) menggunakan KB IUD dan 38 akseptor ( 77.6%) tidak menggunakan KB IUD. Serta terdapat hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.008 dan OR 15.3 CI 95%(1.775-132.439) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan Akseptor KB IUD, hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.000 dan OR 52.5 CI 95%(7.595-362.290) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara dukungan suami dengan Akseptor KB IUD dan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0.026 dan OR 11 CI 95%(1.292-95.578) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara paritas dengan Akseptor KB IUD. Kesimpulan : akseptor KB IUD di Puskesmas Kelurahan Papanggo I didominasi oleh akseptor dengan berpengetahuan baik, mendapat dukungan suami serta jumlah paritas multipara. Saran : diadakan penyuluhan kesehatan secara jelas, mengenai kelebihan dan kekurangan dari setiap alat kontrasepsi, sehingga klien dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat untuk dirinya.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU, PENDIDIKAN, PARITAS, SUMBER INFORMASI DENGAN IBU NIFAS YANG TIDAK MELAKUKAN PERAWATAN TALIPUSAT DENGAN BENAR DI PKM KEC. GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE SEPTEMBER-OKTOBER 2015 Ni Nyoman Sulasmi S.Si.T., M.Kes
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 6 (2016): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di RS Salak Bogor diperoleh data selama bulan Mei – Oktober 2015 terdapat 85 kunjungan nifas dan 53 responden (62%) ibu nifas yang tidak melakukan perawatan tali pusat dengan benar dan Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat ditemukan beberapa ibu nifas yang masih belum mengetahui cara merawat talipusat dengan baik dan benar. Diperoleh data ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang pada bulan September – Oktober 2015 terdapat 150 ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang dan 95 responden (63%) ibu nifas yang tidak melakukan perawatan tali pusat dengan benar dan masih mengutamakan adat istiadat dalam melakukan perawatan talipusat dengan cara memberikan talipusat dengan koin ataupun rempah-rempah yang dibungkus dengan kasa. Sehingga dapat meningkatkan terjadinya infeksi pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan antara usia ibu, pendidikan, paritas, sumber informasi dengan ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 50 sampel ibu nifas tentang perawatan talipusat terbesar adalah yang melakukan sebanyak 33 orang (66.0%) dan yang terkecil adalah tidak melakukan sebanyak 17 orang (34.0%), berdasarkan usai (<20th dan >35th) sebanyak 11 orang (61.1%) (nilai p= 0.002, OR =6.810 dan CI (95%)=1.859–24.948), berdasarkan paritas terbanyak adalah pada ibu yang multipara sebanyak 12 orang (63.2%) (p=0.001, OR=8.914 dan CI (95%)=2.343-33.909), berdasarkan pendidikan terbanyak adalah pada ibu dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 14 orang (63.6%) (p=0.000, OR=14.583 dan CI (95%)=3.322-64.027) dan sumber informasi terbanyak adalah pada ibu yang sumber informasi dari non nakes sebanyak 12 orang (57.1%) (p=0.003, OR=6.400 dan CI (95%)=1.754-23.351). Kesimpulan : Bahwa ibu nifas yang tidak melakukan perawatan talipusat dengan benar memiliki hubungan dengan usia ibu, riwayat paritas, tingkat pendidikan dan sumber informasi. Saran : lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat serta untuk lebih mengutamakan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin.