Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI PERISTI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI-MARET 2014 Yeni Muliyani SKM
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.392 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hingga saat ini, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih merupakan masalah di dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) tidak sama dengan bayi prematur karena tidak semua bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi prematur. Sekitar dua per tiga BBLR adalah bayi prematur, sedangkan sepertiga lainnya adalah bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) dan 70 % dari bayi ini berat badannya antara 2000 dan 2500 gram (Myles, Buku ajar bidan:761). Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu resiko yang mempunyai peran penting dalam kematian neonatus. Selain itu, BBLR dapat mengalami gangguan pada sistem pernafasan, susunan saraf pusat, kardiovaskuler, hematologi, gastrointestinal, ginjal, serta termoregulasi. Menurut data WHO pada tahun 2003 bahwa setiap tahun diperkirakan Sekitar 27 % angka kematian pada neonatus disebabkan oleh BBLR. Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15 %) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR, 95,6% diantaranya merupakan bayi yang dilahirkan di negara-negara sedang berkembang. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan dinegara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. Menurut Ibrahim (1997) insidensi BBLR di seluruh Asia adalah 22%. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad periode januari-maret 2014. Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 responden dengan besar sampel 50 50 responden yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 50 responden yang mengalami BBLR sebanyak 33 responden (66%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara ANC (p= 0.016; OR=4.464), Hipertensi ( p=0.036; OR=3.900), kebiasaan merokok (p=0.006; OR=7.969), RAS ( p= 0.025; OR= 4.197) dan Premature (p=0.020; OR=4.217. Kesimpulan : Berdasarakan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di Peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebanyak 33 (66%) responden yang mengalami BBLR dari 50 responden, hubungan antara BBLR dengan variabel ANC sebanyak 8 responden (24.2%) pada ibu yang melakukan ANC dan mengalami BBLR, dengan p value=0.016 dan OR=4.464; variabel hipertensi sebanyak 18 responden (54.5%) pada ibu yang mengalami hipertensi dan BBLR, dengan p value= 0.036 dan OR=3.900; variabel kebiasaan merokok sebanyak 17 (51.5%) pada ibu yang merokok dan mengalami BBLR, dengan p value=0.006 dan OR=7.969; variabel ras sebanyak 26 responden (78.8%) pada ibu ber- ras hitam dan mengalami BBLR, dengan nilai p value=0.025 dan OR=4.197; variabel premature sebanyak 23 responden (69.7%) pada yang mengalami premature dan BBLR, dengan nilai p value=0.020 dan OR=4.217.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Di CIDODOL RT 11 RW 06 KELURAHAN GROGOL SELATAN KECAMATAN KEBAYORAN LAMA PERIODE MARET–APRIL 2014 Yeni Muliyani SKM
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.634 KB)

Abstract

Latar Belakang : PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Masyarakat sebagai sasaran dari program ini hendaknya memiliki kesadaran penuh untuk mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu indikator terciptanya kota sehat. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat pada tatanan rumah tangga di Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama. Metoda penelitian : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 101 KK dengan besar sampel 80 KK yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan univariat dan bivariat. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 81 KK yang berprilaku hidup bersih dan sehat baik sebanyak 45 KK (55.6%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara persalinan oleh nakes (p= 0.000; OR=10.212), ASI Eksklusif ( p=0.000; OR=11.071), timbang bayi dan balita (p=0.003; OR=4.000), air bersih ( p= 0.001; OR= 5.200), melakukan cuci tangan (p=0.003; OR=4.105), penggunaan jamban sehat (p=0.001; OR=4865), bebas jentik nyamuk (p=0.000; OR=8.286), mengkonsumsi buah dan sayur (p=0.029; OR=2.751), berolahraga secara teratur (p=0.002; OR=5.714) dan tidak merokok dirumah (p=0.017; OR=3.000). Kesimpulan : Berdasarakan gambaran kejadian PHBS tatanan rumah tangga pada masyarakat Cidodol RT 11 RW 06 Kelurahan Grogol Selatan Kecamatan Kebayoran Lama Periode Maret - April 2014 sebanyak 45 KK (55.6%) yang ber-PHBS baik dari 81 KK, hubungan antara PHBS tantanan rumah tangga dengan variabel pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 28 KK (84.8%) pada persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan p value=0.000 dan OR=10.212, variabel asi eksklusif sebanyak 31 KK (83.8%) pada yang ber-asi eksklusif dengan p value= 0.000 dan OR=11.071, variabel timbang BB bayi & balita sebanyak 30KK (71.4%) pada yang ditimbang BB dengan p value=0.003 dan OR=4.000, variabel penggunaan air bersih semua warga sudah menggunakan air bersih yaitu sebesar 30 KK (75%) dengan nilai p value=0.001 dan OR=5.200, variabel cuci tangan sebanyak 26 KK (74.3%) pada yang sudah melakukan cuci tangan dengan nilai p value=0.003 dan OR=4.105, penggunaan jamban sehat sebanyak 33 KK (71.1%) pada yang menggunakan jamban sehat dengan nilai p value=0.001 dan OR=4.865, variabel bebas jentik nyamuk sebanyak 30 KK (55.6%) pada yang rumahnya bebas jentik nyamuk dengan nilai p value=0.000 dan OR=8.268, variabel mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 32 KK (65.3%) pada yang mengkonsumsi sayur dan buah deng nilai p value=0.029 dan OR=2.751, variabel olahraga teratur sebanyak 40 KK (65.6%) pada yang berolahraga secara teratur dengan nilai p value=0.002 dan OR=5.714 dan variabel tidak merokok dalam rumah sebanyak 27KK (69.2%) pada yang tidak merokok dalam ruangan dengan nilai p value=0.017 dan OR=3.000 Saran : Melalui penelitian ini diharapkan agar rumah tangga memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS, terutama mengenai rokok. Disarankan kepada setiap rumah tangga untuk lebih memahami bahaya yang ditimbulkan akibat rokok dan kepada pihak yang terkait untuk selalu memberikan informasi tentang bahaya rokok.