Siti Lathifatus Sun'iyah
Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AL-WASHILIYAH Siti Lathifatus Sun'iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.113 KB)

Abstract

Abstrak:Mu'tazilah yang pada awal kemunculannya dikenal sebagai gerakan puritan yang kaku, tetapi pada perkembangan berikutnya, aliran ini berkembang sebagai kelompok rasionalis yang mengagungkan hasil pemikiran yang ditegakkan diatas pandangan bahwa akal adalah sumber kebenaran melebihi al-Qur'an; yang dipelopori oleh Wasil pada awal abad ke II hijriyah tepatnya tahun 110 H pada masa-masa akhir kekuasaan Bani Umayyah di kota bashroh yang merupakan tempat tinggalnya Al Hasan Al Bashry, lalu menyebar dan merebak ke kota Kufah dan Baghdad. bersamaan dengan berkembangnya kekuasaan Bani Abasiyah, berkembanglah Mu'tazilah dengan mulainya mereka mengirim para dai dan delegasi-delegasi ke seluruh negeri Islam untuk mendakwahkan mazhab dan i'tikad mereka kepada kaum muslimin dan diantara yang memegang peran besar dan penting dalam hal ini adalah Waashil bn Atho'. Dan kesempatan ini mereka peroleh karena mazhab mereka dengan syiar dan manhajnya memberikan dukungan yang besar dalam mengokohkan dan menguatkan kekuasaan Bani Abasiyah khususnya pada zaman Al Ma'mun yang condong mengikut aqidah mereka, apalagi ditambah dengan persetujuan Al Ma'mun terhadap pendapat mereka tentang Al Quran itu Makhluk.
PENGARUSUTAMAAN INTERNALISASI NILAI-NILAI KEPESANTRENAN DALAM PEMBENTUKAN MATURE PERSONALITY PEREMPUAN Siti Lathifatus Sun'iyah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i2.3497

Abstract

Pendidikan formal di Indonesia belum dapat menjadikan generasi mudanya menjadi pribadi yang matang dalam menghadapi permasalahan yang berkembang. Pesantren sebagai lembaga tertua di Indonesia dapat berkontribusi dengan membekali generasi muda lulusannya dengan nilai-nilai kepesantrenan. Nilai kepesantrenan merupakan nilai-nilai agama Islam yang diberdayakan dalam lembaga pendidikan pesantren. Nilai-nilai kepesantrenan dapat diinternalisasikan melalui proses pembinaan dengan 3 (tiga) tahapan, yaitu; transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Corak pesantren sebagai lembaga berbentuk boarding school dengan metode habituation menjadi keunggulan tersendiri dalam proses internalisasi secara intensif. Dibanding lembaga pendidikan keagamaan formal, pesantren lebih menitikberatkan proses internalisasi pada ranah sikap melalui nilai akhlak. Karakteristik pesantren melalui Identical Modelling, Cultural resistance, dan keluhuran budaya keilmuan mampu mencegah terjadinya perilaku dekadensi moral. Pesantren dapat memberikan perhatian khusus bagi santriwati terutama terkait pembekalan dalam pembentukan mature personality. Terlebih tugas dan kewajiban perempuan selain dapat bekerja, juga tidak boleh mengesampingkan peran strategisnya sebagai istri dan ibu. Pesantren dapat membina softskill santriwati dengan internalisasi nilai-nilai kepesantrenan, seperti ikhlas, sabar, sederhana, qana’ah, dan tawakal.