Lailatul Maskhuroh
STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muslimah Muslimah; Lailatul Maskhuroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.45 KB)

Abstract

Umat Islam merupakan mayoritas penduduk Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, Pattani (Thailand Selatan) dan Brunei. Proses konversi massal masyarakat dunia Melayu-Indonesia ke dalam Islam berlangsung secara damai. Konversi ke dalam Islam merupakan proses panjang, yang masih terus berlangsung sampai sekarang. Islamisasi itu lebih intens dan luas sejak akhir abad ke-12. Meskipun terjadi beberapa teori tentang kedatangan Islam di Asia tenggara, bahwa pedagang muslim dari kawasan Jazirah Arab telah hadir di beberapa tempat di Nusantara, sejak abad ke-7 akan tetapi tidak ada bukti yang memadai bahwa mereka memusatkan diri pada kegiatan penyebaran Islam di Indonesia.[1] Ulama menjadi salah satu yang punya peran penyebaran Islam di nusantara, karena nusantara pada awalnya berbentuk kerajaan-kerajaan. Dengan penyebaranIslam secara massif (dengan pernikahan putri majapahit dan melalui adat budaya masyarakat setempat,akulturasi nilai-nilai Islam sampai pada masyarakat secara luas). Adapun kontribusi sunan Ampel dalam pendidikan Islam adalah :a). Fungsi pendidikan inspiratif untuk Fungsi ini lebih menekankan pada fungsi traditional sebagai fungsi konservator budaya. Dalam fungsi ini, Sunan Ampel memberikan warna Islami terhadap tradisi yang berlaku dimasyarakat. b). Tujuannya berupa memperbaiki moral dan mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah. Sebelum mengajak masyarakat masuk Islam, Sunan Ampel terlebih dahulu mengajak penguasa Majapahit untuk masuk Islam c). Unsur pendidikan Islam yaitu pendidik sebagai fasilitator, dan sunan Ampel menggunakan metode demonstrasi atau eksperimen dan metode insersi atau sisipan. [1] Rahmawati, Islam Di Asia Tenggara, Jurnal Rihlah Vol.II No.I 2014, 104.
PENDIDIKAN DAN AKHLAK PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB Lailatul Maskhuroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.26 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan dan akhlak dalam perspektif M.Quraish Shihab. M. Quraish Shihab acuan dari semua pemikirannya berasal dari al-Qur’an, jadi hasil semua pemikirannya tentu ungkapan dari seluruh isi dalam al-Qur’an. Usaha M. Quraish Shihab, sebagaimana para mufassir lainnya, adalah memadukan antara dia sebagai pendidik, mufassir dan menafsirkan secara ro’yi serta mengutip pendapat imam al-ghazali dan Ibn Miskawaih sebagai penguat kebenaran isi al-Qur’an serta tafsirannya sebagai sisi ilmiahnya. Pendidikan dengan akhlak mempunyai substansi yang sama yakni dimana goal ultimate pendidikan adalah terbentuknya insan yang seimbang antara lahir dan batin dalam menjalankn perannya sebagai khalifah, sedangkan itu juga merupakan tujuan dari akhlak konsep dari M. Quraish Shihab. Pendidikan akhlak miniatur dari proses pendidikan. Dasar pemikiran pendidikan perspektif M. Quraish Shihab yaitu : 1). Untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat, dan 2). Berhubungan dengan fitrah kejadian manusia, yaitu sebagai pengabdi Allah yang setia, dan 3). Kedudukan manusia sebagai khalifah Allah dimuka bumi.
Pembuktian Realitas Tuhan Melalui Iqm (Intellectual Quality Management) Lailatul Maskhuroh
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.084 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 2.57

Abstract

Pencarian hakiki manusia yang sesungguhnya tidak hanya meliputi tentang dunia dan isinya, namun pencarian tersebut dapat merambah pada pencarian Sang Pencipta. Meskipun ada rambu-rambu bahwa akal pikiran manusia tidak mungkin sampai pada area yang ditujunya tersebut, tidak kemudian membuat orang menyerah, rasa curiosity semakin bertambah dan menggebu, yang bahkan kemudian mendobrak palang pintu rambu-rambu tersebut. Tulisan ini menyuguhkan pemikiran manusia dalam upaya menerobos rambu-rambu tersebut sehingga berada pada proses pencarian yang hakiki.Keyword: tuhan, realitas, anelmus, IQM