Suwarno Suwarno
IAIN Takengon Aceh Tengah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE GÜLEN MOVEMENT; PELAYAN SIPIL TANPA BATAS Suwarno Suwarno
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian yang ada atas fenomena sosial kontemporer “The GÜlen Movement” (selanjutnya disingkat dengan GM) dengan jutaan partisipan dan institusi pendidikan hampir disetiap benua, belum bisa memberikan gambaran total yang akurat tentang efektifitas mobilisasi dan daya tahan gerakan tersebut. Dikarenakan hanya melihat satu aspek saja, serta dilakukan oleh peneliti outsider yang bukan ahli dibidangnya dalam memahami tindakan kolektif atau gerakan sosial, dan mengesampingkan diskursus pandangan para pengikut gerakan itu sendiri. Terlebih lagi beragam teori dan pendekatan terkait diskursus gerakan sosial kontemporer tidak bisa melengkapi perangkat konseptual yang dibutuhkan secara utuh. Untuk menganalisa GM, Cetin menggunakan general framework and approach: Resource mobilization Theory, Political Opportunity Structure Theory dan Frame Theory sebagai landasan teoritis kritis atas teori-teori social movements and collective action. Dasarnya adalah guna lebih mendapatkan perangkat yang lebih baik untuk menganalisa fenomena sosial kontemporer nan kompleks berdasarkan realitas kontemporer daripada sekedar berdasarkan geografis, politis ataupun budaya, sehingga dengan tegas bisa dikatakan bahwa lahirnya gerakan sosial tersebut sebagai wujud protes atau berposisi sebagai penantang terhadap sistem yang mapan
STUDI AGAMA ISLAM MELALUI PENDEKATAN INTERDISIPLINER Suwarno Suwarno
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ricard C. Martin, melalui ‘karya’“Approaches to Islam in Religious Studies” mencoba untuk menunjukkan bahwa kajian keislaman (Islamic Studies) tidak monolitik atau bahkan subyektif. Berangkat dari kegelisahannya pada kegagalan kajian agama yang seringkali justru memicu konflik berbagai pihak, ia memilah dua mainstream besar pendekatan kajian terhada agama khususnya Islam: Fideistic Subjectivism dan Scientific Objectivism. Yang pertama beroroentasi teologis dan sangat subyektif karenanya pendekatan ini ditolaknya, sedangkan yang kedua relatif lebih bersifat obyektif karena memenuhi prosedur ilmiah dan relatif dapat diterimanya. Melalui data teks dalam beragam scripture dan data ekspresi prilaku keagamaan (text data and behavioral expressions of human religiousness) yang ditunjukkan Martin, artikel ini mencoba mengeksplorasi pendekatan interdisipliner yang digunakan Martin dalam menjelaskan agama khususnya Islam dari sisi sains yang yang lebih obyektif mulai dari filologi sampai pada model fenomenologi Husserl dengan tetap mempertimbangkan perkembangan masing-masing karena kelemahan yang dimilikinya.