Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELASI ASBAB AL-NUZUL NASR HAMID ABU ZAYD DALAM PENAFSIRAN KONTEKSTUAL HISTORIS Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penafsiran pada tataran praktis maupun teoretis telah menjadi episentrum yang menimbulkan banyak perdebatan. Bahkan, pandangan subjektivisme tekstual dalam pemahaman Alquran telah menjadi problem yang dapat menjerumuskan umat Islam ke dalam paham radikal. Hal demikian ini menjadi motivasi para ulama berupaya untuk mencetuskan berbagai konsep untuk memperoleh pemahaman kandungan Alquran yang sesuai dengan substansinya. Nasr Hamid Abu Zayd menawarkan konsep yang nampak berbeda dari ulama sebelumnya. Nasr Hamid Abu Zayd memberikan sanggahan terhadap pendapat para ulama yang seakan-akan mengesampingkan dialektika antara teks dengan realitas. Menurut Nasr Hamid Abu Zayd, teks Alquran diturunkan sebagai respon terhadap realitas yang dihadapinya. Nasr Hamid Abu Zayd juga berpendapat bahwa asbab al-nuzul merupakan bukti otentik adanya dialektika antara teks dengan fakta realitas, sehingga Alquran adalah prodak budaya Arab dikarenakan faktor terbentuknya teks itu sendiri. Adapun hasil penelitian terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran kontekstual historis terdapat empat aspek yaitu hubungan teks dengan realitas, model penurunan Alquran secara bertahab, konsep dalalah dalam asbab al-nuzul dan tata cara menentukan asbab al-nuzul. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh pemahaman terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran yang bersifat kontekstual, sehingga dapat memberikan kontribusi keilmuan pada tataran teoretis dan praktis.
RELASI ASBAB AL-NUZUL NASR HAMID ABU ZAYD DALAM PENAFSIRAN KONTEKSTUAL HISTORIS Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v8i2.2817

Abstract

Perkembangan penafsiran pada tataran praktis maupun teoretis telah menjadi episentrum yang menimbulkan banyak perdebatan. Bahkan, pandangan subjektivisme tekstual dalam pemahaman Alquran telah menjadi problem yang dapat menjerumuskan umat Islam ke dalam paham radikal. Hal demikian ini menjadi motivasi para ulama berupaya untuk mencetuskan berbagai konsep untuk memperoleh pemahaman kandungan Alquran yang sesuai dengan substansinya. Nasr Hamid Abu Zayd menawarkan konsep yang nampak berbeda dari ulama sebelumnya. Nasr Hamid Abu Zayd memberikan sanggahan terhadap pendapat para ulama yang seakan-akan mengesampingkan dialektika antara teks dengan realitas. Menurut Nasr Hamid Abu Zayd, teks Alquran diturunkan sebagai respon terhadap realitas yang dihadapinya. Nasr Hamid Abu Zayd juga berpendapat bahwa asbab al-nuzul merupakan bukti otentik adanya dialektika antara teks dengan fakta realitas, sehingga Alquran adalah prodak budaya Arab dikarenakan faktor terbentuknya teks itu sendiri. Adapun hasil penelitian terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran kontekstual historis terdapat empat aspek yaitu hubungan teks dengan realitas, model penurunan Alquran secara bertahab, konsep dalalah dalam asbab al-nuzul dan tata cara menentukan asbab al-nuzul. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh pemahaman terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran yang bersifat kontekstual, sehingga dapat memberikan kontribusi keilmuan pada tataran teoretis dan praktis.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN MODERASI BERAGAMA DAN SIKAP TOLERANSI : DI SDN CLURING KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMOMNGAN Erfandi, Ali; Sauqi Futaqi; Khotimah Suryani
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 7 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v7i2.6771

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) at the elementary school level plays a strategic role in shaping students’ moderate character and tolerance toward diversity. This study aims to describe the efforts of IRE teachers in fostering religious moderation and tolerance among students at SDN Cluring, Kalitengah Subdistrict, Lamongan Regency. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that IRE teachers implemented various strategies such as exemplary behavior, integration of tolerance values into lesson content, open class discussions, and habituation through routine school activities. These strategies proved effective in cultivating mutual respect and acceptance of differences among students. The results highlight the importance of strengthening the role of IRE teachers in building character education based on moderate Islamic values from an early age.
TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN ISLAM DI PESANTREN PADA ERA DISRUPSI Khotimah Suryani
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v6i1.3554

Abstract

General Education is considered to have not been able to equip its graduates to avoid immoral behavior. The importance of the internalization of values ​​in an education. Islamic boarding schools are one of the educational institutions that are able to internalize the values ​​of Islamic teachings as provisions in the formation of the nation's personality. The younger generation who have superior personalities can avoid immoral behavior. The phenomenological approach in this study is aimed at portraying the existence of disruption as a phenomenon associated with Islamic boarding schools, from the point of view of thoughts, perceptions, and beliefs attached to the subject. Through reflective logic, the empirical evidence of Islamic boarding schools is abstracted rationally in the logic of induction and described in a systemic-comprehensive manner in the logic of deduction. Steps to renew pesantren can be done by granting formal legality in the form of diplomas, adjusting the curriculum by adding compulsory subjects, and expertise training programs. Islamic boarding schools as a miniature of society have a role in creating the unity and stability of community harmony. Islam Nusantara as a product of Islamic boarding schools has been able to stem the disruption of Islamic religious traditions. The concept of Tabarukkan and simplicity in Islamic boarding schools can produce young generations who are resilient in dealing with difficult problems in the era of disruption.