Jauharul Abidin
universitas islam darul ulum lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEIKSIS DALAM NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Jauharul Abidin
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.825 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat Indonesia tidak pernah terlepas dari kegiatan berbahasa. Berbahasa adalah cara manusia untuk menyampaikan makna-makna tertentu yang dapat dipahami oleh penenutur, dengan cara memahami bahasa yang digunakan. Bahasa merupakan hal penting yang perlu dipelajari karena bahasa mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Dardjowijojo (2014: 16) bahasa adalah sistem simbul lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Berbahasa bisa dilakukan dimana saja termasuk dalam tuturan di dalam karya sastra seperti nove, cerpen dan lainnya. Karya sastra novel menghadirkan percakapan-percakapan antar tokoh dalam cerita yang memungkinkan fenomena deiksis akan muncul di dalam novel tersebut. Fenomena-fenomena deiksis dalam karya sastra para pembaca sering tidak menyadari penggunaan hal itu dan mengakibatkan ketidak pahaman makna yang ada saat membaca novel. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) Bagaiman penggunaan deiksis persona dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (2) Bagaimana penggunaa deiksis tempat dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (3) Bagaiaman penggunaam deiksis waktu dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (4). Bagaiaman penggunaam deiksis wacana dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, dan (5).Bagaiaman penggunaam deiksis sosial dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengambarkan sistematis mengenai fakta data penelitian. Kualitatif adalah menemukan penegtahuan baru berdasarkan data yang telah dikumpulkan, data yang akan dibahas dalam penelitian ini tentanng penggunaan deiksis dalam novel Merindu Bagindan Nabi karya Habiburrahman El Shirazy.
DEIKSIS DALAM NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Jauharul Abidin
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat Indonesia tidak pernah terlepas dari kegiatan berbahasa. Berbahasa adalah cara manusia untuk menyampaikan makna-makna tertentu yang dapat dipahami oleh penenutur, dengan cara memahami bahasa yang digunakan. Bahasa merupakan hal penting yang perlu dipelajari karena bahasa mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Dardjowijojo (2014: 16) bahasa adalah sistem simbul lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Berbahasa bisa dilakukan dimana saja termasuk dalam tuturan di dalam karya sastra seperti nove, cerpen dan lainnya. Karya sastra novel menghadirkan percakapan-percakapan antar tokoh dalam cerita yang memungkinkan fenomena deiksis akan muncul di dalam novel tersebut. Fenomena-fenomena deiksis dalam karya sastra para pembaca sering tidak menyadari penggunaan hal itu dan mengakibatkan ketidak pahaman makna yang ada saat membaca novel. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) Bagaiman penggunaan deiksis persona dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (2) Bagaimana penggunaa deiksis tempat dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (3) Bagaiaman penggunaam deiksis waktu dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, (4). Bagaiaman penggunaam deiksis wacana dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy, dan (5).Bagaiaman penggunaam deiksis sosial dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahaman El Shairazy. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengambarkan sistematis mengenai fakta data penelitian. Kualitatif adalah menemukan penegtahuan baru berdasarkan data yang telah dikumpulkan, data yang akan dibahas dalam penelitian ini tentanng penggunaan deiksis dalam novel Merindu Bagindan Nabi karya Habiburrahman El Shirazy.