AbstractIn the organization of medical records is divided into three, namely registration, storage and processing of medical records. Registration is among the systems of medical records implementation, within the existing system of registration details registration system, the system of naming, numbering systems, system KIUP (Main Index Card Patient). Every patient who comes to health care institutions by medical record number that serves as one of them the identity of the patient. Each patient only get one medical record number that is used both for outpatient and inpatient (Unit Numbering System), one beam is supervised by a single patient medical record number. Interest numbering medical record is to distinguish the medical records of patients with each other. Numbering duplication that occurs mainly due to lack of proper identification process that would cause a patient to get more than one medical record number. To determine the factors that influence the numbering duplication of medical records at Atma Jaya Hospital. This study used qualitative research, conducted interviews with admissions officers. Analysis of data using interview, observation and primary data. Duplication numbering at registration didapetin patients where patients get the doubles, and every day about 1-4 patients who get the doubles. Educational qualifications, knowledge, and experience less conscientious and less aware of the numbering system of medical records. Still numbering duplication of medical records and personnel necessary for the training and increase insight. It is expected that the hospital could not give attention to the registrar in the numbering of the medical record.Keywords: duplication, medical records, atma jaya hospital AbstrakDalam penyelenggaraan rekam medis terbagi menjadi tiga yaitu pendaftaran, penyimpanan dan pengolahan data rekam medis. Pendaftaran adalah satu diantara sistem dari penyelenggaraan rekam medis, di dalam sistem pendafatran ada sistem registrasi, sistem penamaan, sistem penomoran, sistem KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien). Setiap pasien yang datang ke instansi pelayanan kesehatan diberi nomor rekam medis yang berfungsi sebagai satu diantaranya identitas pasien. Setiap pasien hanya mendapatkan satu nomor rekam medis yang dipakai baik untuk rawat jalan maupun rawat inap (Unit Numbering System), satu berkas pasien dibawahi oleh satu nomor rekam medis. Tujuan penomoran rekam medis adalah untuk membedakan rekam medis pasien yang satu dengan yang lainnya. Duplikasi penomoran yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh proses identifikasi yang kurang tepat sehingga menyebabkan seorang pasien mendapat lebih dari satu nomor rekam medis. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi duplikasi penomoran rekam medis di Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dilaksanakan dengan wawancara terhadap petugas pendaftaran. Analisis data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi dan data primer. Duplikasi penomoran pada saat pendaftaran pasien dimana didapetin pasien yang mendapatkan nomor ganda, dan setiap harinya sekitar 1-4 orang pasien yang mendapatkan nomor ganda. Kualifikasi pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman kurang teliti dan kurang mengetahui tentang sistem penomoran rekam medis. Masih terjadinya duplikasi penomoran rekam medis dan bagi petugas perlu pelatihan dan meningkatkan wawasan luas. Diharapkan pihak rumah sakit dapat memperhatikan petugas pendaftaran dalam meberikan penomoran rekam medis.Kata kunci: duplikasi, rekam medis, rumah sakit atma jaya