Abdul Kholiq Syafa’at
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Analisis Terhadap Prespektif KH Sahal Mahfudh Tentang Aids Sebagai Alasan Perceraian Abdul Kholiq Syafa’at
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 8 No 1 (2016): September 2016
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.51 KB) | DOI: 10.30739/darussalam.v8i1.5

Abstract

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), which is seen as a deadly disease and some people also call it with disgusting diseases lately a matter of study in relation to divorce reasons. Using the literature review from KH Sahal Mahfudh's Perspective resulted in the conclusion that AIDS has eliminated or at least diminished the significance of a marriage that has social and individual nuances. Through the analysis of AIDS-related reasons for divorce perspective KH Sahal Mahfudh, obtained the conclusion that KH Sahal Mahfudh very visible in promoting mashlahah, from here it can be seen that KH Sahal Mahfudh looked at the mashlahah aspects as a reference in lawmaking by considering socio-cultural and the development problems encountered people as the hallmark of social fiqh thought but also by using nash as its base
Analisis Madzhab Syafi’i Terhadap Fatwa MUI tentang Akad Qardh Abdul Kholiq Syafa’at; M. Afnan Afandi
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 11 No 2 (2020): April 2020
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v11i2.622

Abstract

The purpose of this research is to analyze the Syafi'i Madzhab against the MUI fatwa regarding the Qardh Akad. The type of research used is qualitative research and is descriptive analysis. The MUI fatwa which explains al-Qardh itself has been stated in the MUI DSN fatwa No. 19 / DSN-MUI / IV / 2001 on al-Qardh which includes; general provisions, sanctions, sources of funds, and other provisions. The research method is a qualitative method with a naturalistic type. The results of this study conclude that the DSN-MUI Fatwa regarding the Qardh contract is following the qardh concept established by the Syafi'i school, both in terms of law and its consequences, it's just that there are several points from the fatwa researchers have not been able to conclude through the mu'tabarah books of the Shafi'i school
Analisis Hukum Islam terhadap Asuransi Jiwa PT. Axa Mandiri pada Produk Mandiri Rencana Sejahtera Syariah Plus dalam Akad WakâLah bi Al-Ujrah di BSM KCP Genteng Banyuwangi Abdul Kholiq Syafa’at
Jurnal Istiqro Vol 3 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.154 KB)

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library reseach). Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada Wahyu Perdana yang menjabat sebagai Financial Advisor PT. AXA Mandiri Genteng dengan tujuan untuk mengetahui praktek akad Wakâlah bi al-Ujrah pada asuransi jiwa dan fatwa DSN-MUI tentang akad Wakâlah bi al-Ujrah pada asuransi syariah dan reasuransi syariah dengan menggunakan akad Wakâlah bi al-Ujrah. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Setelah data-data terkumpul maka penulis menganalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan asuransi jiwa di PT. AXA Mandiri Genteng menggunakan akad yang sudah ditetapkan oleh DSN-MUI NO: 52/DSN-MUI/III/2006. Tentang akad Wakâlah bi al-Ujrah asuransi syariah dan reasuransi syariah. Sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan pelaksanaannya di PT. AXA Mandiri, akad al-Wâkalah adalah akad yang digunakan peserta polis untuk memberikan kuasa kepada pihak asuransi untuk mengelola dana kontribusi, serta diperbolehkannya pihak asuransi meminta ujrah kepada peserta polis. Menurut ulama’ asy-Syafi’iyah ketika substansi al-Wakâlah dengan sistem upah adalah akad al-Ijârah, maka perlu adanya penjelasan mengenai akad al-Ijârah. Permintaan ujrah dan akad Wakâlah bi al-Ujrah yang dilaksanakan oleh PT. AXA Mandiri karena jasa dari perwakilannya mengelola dana kontribusi nasabah sudah sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan menurut hukum Islam. Namun masih ada sedikit kekurangan mengenai penghitungan ujrah yang tidak dijelaskan kepada nasabah, serta pemberitahuan antar nasabah mengenai akad tabarru’ yang dilakukan kepada sesama pemegang polis tersebut.