Dwi Ratih Puspitasari
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM FILM TILIK (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Dwi Ratih Puspitasari
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2021): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v15i1.2494

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu meneliti dan mendeskripsikan nilai sosial dan budaya yang direpresentasikan dalam film “Tilik”. “Tilik” merupakan sebuah film pendek berbahasa Jawa yang diproduksi oleh Ravacana Film yang lolos kurasi dana istimewa Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018. Fokus penelitian ini adalah representasi nilai sosial dan budaya. Objek dalam penelitian ini adalah film “Tilik” yang berupa potongan gambar dari adegan atau scene dalam film tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan penulis yaitu analisis isi. Analisis isi merupakan suatu model yang digunakan untuk meneliti dokumentasi data yang berupa teks, gambar, symbol, dan sebagainya. Metode ini dapat dipakai untuk menganalisa semua bentuk komunikasi, seperti dalam surat kabar, buku, radio, film dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda berdasarkan symbol, object, dan interpretant yang dikenal sebagai segitiga triadik. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce maka ditemukan banyak data yang menunjukkan nilai sosial dan kebudayaan dalam film “Tilik”. film “Tilik” memiliki nilai sosial budaya yang dapat kita Analisa lebih dalam. Nilai sosial budaya tersebut meliputi sistem bahasa, sikap kekeluargaan, organisasi sosial, kemajuan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, sapaan, mitos yang berkembang dalam masyarakat, status sosial, gotong royong, dan nilai sopan santun. Hal tersebut dapat dilihat melalui data-data temuan yang telah dihadirkan dalam penelitian.