Sehubungan dengan lemahnya peranan guru agama di sekolah, eksistensi guru agama khususnya guru agama Hindu sebagai ujung tombak pembentukan karakter siswa SMA Negeri 1 Kediri Tabanan menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama Hindu dalam menumbuhkembangkan karakter siswa SMA Negeri 1 Kediri tahun pelajaran 2011/2012 secara kognitif (intelektual), nilai pendidikan agama Hindu responden yang terendah adalah 75, sedangkan nilai tertinggi adalah 87. Jika dihubungkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran agama Hindu SMA Negeri 1 Kediri adalah ³ 70 secara individual, sedangkan untuk kentutasan kelompok adalah 85% dari jumlah siswa secara kesuluruhan mendapatkan nilai ³ 70. Hal ini berarti bahwa tidak seorang pun melakukan remidial teaching dalam pendidikan agama Hindu. Ada beberapa kendala yang muncul dalam menumbuhkembangkan karakter siswa SMA Negeri 1 Kediri. Pertama, adanya krisis moralitas siswa. Kedua, terbatasnya koleksi buku agama Hindu pada sekolah ini. Ketiga, guru cenderung berfokus pada materi pembelajaran yang akan diajarkan tanpa menghubungkan dengan kenyataan riil di sekolah dan di masyarakat. Keempat, terpengaruhnya siswa dengan adanya perkembangan kepariwisataan dunia. Kelima, terpengaruhnya siswa dengan adanya budaya global. Keenam, adanya pertentangan pikiran pada diri siswa tentang teori dan praktik. Ketujuh, kurangnya komunikasi antara guru agama Hindu dan siswa. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan, Pertama, pemberian keteladanan yang diwujudkan oleh guru agama Hindu dengan cara memberikan contoh tentang bagaimana menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Panca Sradha. Kedua, pemberian nasihat dengan lemah lembut, menarik, bersimpati terhadap siswa yang melanggar tata tertib sekolah sehingga siswa tersebut merasa tersentuh dan dapat mempengaruhi perasaan dan kepribadiannya. Ketiga, pemberian bimbingan pada siswa yang mengalami masalah pribadi.Kata Kunci: Peranan Guru Agama Hindu, Menumbuhkembangkan Karakter Siswa.