Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN KAPASITAS KELEMBAGAAN POKMASWAS DI PROVINSI BANGKA BELITUNG Retfi Wiseli
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 14 No 2 (2020): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v14i2.1971

Abstract

Penelitian ini adalah menggali informasi berbagai faktor dalam mendukung kinerja POKMASWAS serta memformulasi strategi pengembangan kapasitas kelembagaan POKMASWAS dalam memaksimalkan tugas dan fungsi pengawasan di lapangan khususnya di wilayah Provinsi Bangka Belitung. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Responden terdiri dari 5 (lima) Kelompok Masyarakat Penggawas yang ada di Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian disimpukan beberapa strategi pengembangan kapasitas kelembangaan POKMASWAS di Provinsi Bangka Belitung sebagai berikut: 1). Peningkatan kapasitas SDM anggota POKMASWAS dengan pembekalan dasar-dasar pengawasan; 2). Pelibatan POKMASWAS secara berkala dalam pengawasan terpadu; 3). Membentuk kerjasama POKMASWAS dengan lintas sektoral dan kelompok masyarakat lainnya; 4). Melakukan pertemuan kelompok secara reguler sebagai ajang evaluasi dan pengembangan; 5). Perlunya penetapan aturan lokal yang diinisiasi oleh POKMASWAS; 6). Melaporkan adanya pelanggaran secara tepat dan cepat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum; 7). Pembuatan dokumen AD/ART kelompok; 8). Melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi dan memahami peran POKMASWAS; 9). Menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta (perusahaan sektor perikanan) agar dapat menjadi sponsor kegiatan POKMASWAS baik dalam pembiayaan dan dukungan sarana prasarana; 10). Meningkatkan kelembagaan POKMASWAS; dan 11). Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut serta melestarikan lingkungan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Pembudidaya Udang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Retfi Wiseli
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 16 No 1 (2022): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v16i1.2661

Abstract

The rise of shrimp farming businesses in the Province of the Bangka Belitung Islands at this time, it is deemed necessary to know the level of compliance of shrimp cultivators business actors can be measured by looking at the extent of ownership of basic licensing documents for business permits. The method used in this research is descriptive method which is a method of researching the current status of objects with the aim of providing an overview of the state of the object (shrimp farming business actors) at the present time. Data collection was carried out by collecting primary data using interviews with 48 (forty eight) shrimp ponds in the Bangka Belitung Islands Province (Bangka Regency, West Bangka, Central Bangka, South Bangka and Pangkalpinang City). The results of the study indicate that the level of compliance of shrimp aquaculture business actors is classified as less compliant with a percentage of 31.25%. The Compliance Level of Shrimp Farming Business Actors the lowest is Bangka Regency South with a compliance level of 16.67%‎ (low) and the highest level of Compliance of Shrimp Farming Business Actor is Pangkalpinang City with 66 compliance level, 67%‎(quite obedient).‎