Beberapa permasalahan pokokyang menyebabkan terjadinya banjir di Sub DAS Rangkui sebagian besar disebabkan oleh penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, curah hujan yang cukup tinggi, serta pengaruh back water (air balik) yang terjadi pada saat pasang laut tinggi. Back water tersebut menyebabkan terbendungnya aliran dari hulu, sehingga elevasi muka air pada penampang sungai meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh back water (air balik) terhadap banjir Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran aliran melalui pemodelan aliran tak seragam (unsteasy flow) menggunakan perangkat lunak HEC-RAS.Beberapa data yang digunakan sebagai input ditetapkan berdasarkan analisis dan perhitungan. Boundary condition sebelah hulu digunakan debit rencana kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, sedangkan boundary condition sebelah hilir adalah tinggi muka air pasang tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya debit rencana pada periode ulang 2 tahun (Q2)=46.08 m³/d, periode 5 tahun (Q5)=57.68 m³/d, periode 10 tahun (Q10)=64.88 m³/d dan periode 25 tahun (Q25)=72.79 m³/d. Tinggi muka air tertinggi dengan kenaikan muka air banjir (luapan) berkisar antara 0.15-1.4 m untuk kondisi tanpa pasang surut dan 0.60-1.90 m untuk kondisi dengan pengaruh pasang surut. Semakin tingginya pasang surut yang terjadi, maka backwater sangat berpengaruh terhadap kenaikan elevasi di muka air hulu maupun hilir yang menyebabkan kenaikan elevasi muka air pada periode waktu tertentu, hingga melebihi elevasi tanggul yang ada saat ini.