Debi Yulian Adinata
Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR ALAT MUAT TYPE KOMATSU PC 400 LC 08 DAN ALAT ANGKUTTYPE DT SCANIA P 380 TERHADAP PRODUKSI Adinata, Debi yulian; Setyawan, Achmad Hendy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Semen Indonesia (Persero).Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri semen,secara administratif PT.Semen Indonesia (persero),Tbk terletak di Desa Sumberarum,tuban Jawa Timur.Salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan penambangan adalah kebutuhan bahan bakar,penggunaan bahan bakar memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap biaya operasi penambangan,oleh karena itu di perlukan evaluasi terhadap perhitungan jumlah konsumsi bahan bakar terhadap produksi (fuel ratio).Alat muat yang digunakan adalah excavator Komatsu Pc 400 lc 8 dan alat angkut sebanyak empat dengan type Dt Scania p 380.perhitungan hanya menghitung pada 1fleet area kerja. Produksi aktual alat muat sebesar 43.764 bcm/bulan dan alat angkut rata-rata empat truck sebesar 10.941 bcm/bulan.dengan konsumsi bahan bakar alat muat 11.799 liter/bulan dan alat angkut rata-rata sebesar 4785,5 liter/bulan,maka nilai fuel ratio untuk alat muat yaitu 0,27 liter/bcm dan alat angkut sebesar 0,44 liter/bcm.Mengingat penggunaan alat muat dan alat angkut tidak efektif maka langkah yang dilakukan adalah menganalisa dengan menggunakan data yang sering muncul (modus) untuk peningkatan waktu efektif terhadap kenaikan produksi sehingga perhitungan nilai ratio teoritis untuk alat muat 0,23 liter/bcm dan angkut 0,58 liter/bcm.dengan perkiraan biaya bahan bakar untuk alat muat Rp 112.048.808 dan alat angkut Rp 267.741.062.
KAJIAN TEKNIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR ALAT MUAT TYPE KOMATSU PC 400 LC 08 DAN ALAT ANGKUTTYPE DT SCANIA P 380 TERHADAP PRODUKSI Debi yulian Adinata; Achmad Hendy Setyawan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Semen Indonesia (Persero).Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri semen,secara administratif PT.Semen Indonesia (persero),Tbk terletak di Desa Sumberarum,tuban Jawa Timur.Salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan penambangan adalah kebutuhan bahan bakar,penggunaan bahan bakar memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap biaya operasi penambangan,oleh karena itu di perlukan evaluasi terhadap perhitungan jumlah konsumsi bahan bakar terhadap produksi (fuel ratio).Alat muat yang digunakan adalah excavator Komatsu Pc 400 lc 8 dan alat angkut sebanyak empat dengan type Dt Scania p 380.perhitungan hanya menghitung pada 1fleet area kerja. Produksi aktual alat muat sebesar 43.764 bcm/bulan dan alat angkut rata-rata empat truck sebesar 10.941 bcm/bulan.dengan konsumsi bahan bakar alat muat 11.799 liter/bulan dan alat angkut rata-rata sebesar 4785,5 liter/bulan,maka nilai fuel ratio untuk alat muat yaitu 0,27 liter/bcm dan alat angkut sebesar 0,44 liter/bcm.Mengingat penggunaan alat muat dan alat angkut tidak efektif maka langkah yang dilakukan adalah menganalisa dengan menggunakan data yang sering muncul (modus) untuk peningkatan waktu efektif terhadap kenaikan produksi sehingga perhitungan nilai ratio teoritis untuk alat muat 0,23 liter/bcm dan angkut 0,58 liter/bcm.dengan perkiraan biaya bahan bakar untuk alat muat Rp 112.048.808 dan alat angkut Rp 267.741.062.
Analisa Hasil Pencucian Bijih Timah Pada Harz Jig Dalam Menurunkan Kadar Timah (Sn) Pada Tailing di PT Timah (Persero) Tbk. Unit Kundur, Kepulauan Riau Debi Yulian Adinata; Yulan Indah Permatasari
PROMINE Vol 4 No 2 (2016): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.038 KB) | DOI: 10.33019/promine.v4i2.110

Abstract

Tin ore washery Sn) is less than the maximum will affect the waste of precious minerals togethertailings resulting in increased levels of tin in the tailings. This is certainly a serious problem for thecompany, the impact of the loss will be visible both from time, labour, etc. And certainly not inaccordance with the target company based on Standard Operating Procedure (SOP). To determinethe levels of Tin (Sn) is still contained in the tailings, the tailings assessments conducted usingmicroscopic analysis.Tailings samples studied came from washery tailings back to the concentratefrom the mining and leaching earlier in Dredger (KK) and Ship Suction (KIP) is brought to the Tin OreProcessing Center (PPBT). Cassetrite or primary mineral Tin (Sn) dominant in the size fraction (+ 50# -20 #) with a percentage weight of 1.176%, and the largest number of samples contained in thetailings coming from Ships Suction (KIP) 4 that is equal to 2.61%. Cassetrite for the weightpercentage of all samples of the tailings is 3:09% and obtained his Levels is 2:44% Sn. The resultsobtained are presented in tables and graphs. Based on microscopic analysis and calculation of Sn inthe whole sample of tailings Dredger (KK) and Ship Suction (KIP), the results turned out to be not inaccordance with the Standard Operating Procedure (SOP) of the company is 1%.