Wawan Heriadi
SMP Negeri 2 Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPA FISIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES MATERI PELAJARAN LISTRIK DINAMIS KELAS IX SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 5 MURUNG Wawan Heriadi
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 4 No 4 (2020): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.157 KB) | DOI: 10.52160/e-jmp.v4i4.728

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil keterampilan proses peserta didik pada mata pelajaran IPA Fisika kelas IX di SMP Negeri 5 Murung. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar pendekatan keterampilan proses peserta didik pada mata pelajaran IPA Fisika kelas IX di SMP Negeri 5 Murung. Serta untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dalam belajar IPA Fisika kelas IX SMP Negeri 5 Murung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran melalui tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik peserta didik kelas IXA SMP Negeri 5 Murung dengan jumlah peserta didik 32 dan guru yang mengampu mata pelajaran tersebut. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2018 sampai dengan Agustus 2018. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 5 Murung tentang penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pelajaran IPA-fisika materi listrik dinamis kelas IX semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019. Maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar yang juga merupakan perwujudan dari keterampilan proses peserta didik dalam belajar pada peserta didik kelas IX menunjukkan menunjukkan dari 32 peserta didik pada siklus I ketuntansan 62,5% meningkat 25 poin sehingga pada siklus II menjadi 87,5%. Kemampuan guru dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I dengan rata-rata skor 3 (cukup), selanjutnya ada upaya guru untuk memperbaiki dan meningkatkan.