Bambang Irawan
SDN 2 Ugang Sayu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TOLAK PELURU MENGGUNAKAN MEDIA PELURU MODIFIKASI PADA SISWA KELAS VI SDN 2 UGANG SAYU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Bambang Irawan
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52160/e-jmp.v6i1.893

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa. Dari analisa kemampuan tolak peluru melalui penerapan metode latihan dan meningkatkan aktivitas guru dasiswa melalui penerapan metode latihan pada kelas VI SD Negeri 2 Ugang Sayu dalam pembelajaran PENJASORKES.PTK ini terdiri dari 2 siklus, dengan tiap-tiap siklus memuat tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek tindakan yang diteliti meliputi tingkat keaktifan siswa selama mengikuti KBM dan hasil belajar siswa setelah selesai tiap siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Ugang Sayu yang berjumlah 26 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan 11 perempuan. Pelaksanaan PTK pada semester 2 tahun pelajaran 2020/2021 yaitu dari bulan Maret sampai Mei 2021.Data yang dikumpulkan adalah data tentang tingkat keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dan data tentang hasil belajar siswa pada akhir tiap-tiap siklus penelitian. Data keaktifan siswa diperoleh dengan cara melakukan observasi atau pengamatan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran, dengan menggunakan lembar observasi. Sedang data hasil belajar siswa diperoleh dengan melakukan tes hasil belajar, dengan soal tes tertulis berbentuk uraian. Data hasil observasi pembelajaran dianalisis bersama-sama dengan mitra kolaborasi, kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman guru peneliti dan guru mitra. Sedangkan hasil belajar siswa dianalisis berdasarkan ketentuan ketuntasan belajar, yaitu dengan membandingkan nilai yang diperoleh siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam penelitian ini ditetapkan nilai KKM adalah 75. Seorang siswa dinyatakan mencapai ketuntasan belajar jika memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75. Dari analisis data terjadi peningkatan baik dari aktivitas guru, aktivitas siswa, maupun hasil belajar siswa, yaitu aktivitas guru dan siswa pada pertemuan siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan baik pada keaktifan siswa maupun pada nilai hasil belajarnya. Peningkatan keaktifan siswa ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan jumlah siswa yang aktif dalam proses pembelajaran pada tiap-tiap siklus. Sedang peningkatan hasil belajar siswa dibuktikan dengan terjadinya peningkatan jumlah siswa yang dapat memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75 ataudengan kata lain dapat mencapai ketuntasan belajar, yaitu 85% siswa putra dan 72,5% siswa putri.