This Author published in this journals
All Journal TOTOBUANG
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEIKSIS PERSONA BAHASA INDONESIA DIALEK AMBON [Personal Deixes of Indonesian Leanguage With Ambonese Dialect] Taufik Salamun
TOTOBUANG Vol. 5 No. 2 (2017): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.319 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v5i2.41

Abstract

Personal deixis of Indonesian language especially in Ambonese dialect are widely use in everyday conversation. This study aimed to describe the forms of personal deixes in Indonesian Leanguage with Ambon Dialect. The research was conducted as a descriptive qualitative study. This type of research is a qualitative descriptive study of objective language phenomena. The data research were oral data obtained from communicative interaction in the Ambon society in the city and its surroundings. The data were collected from people of various ages who used Indonesian language with Ambon dialect. The data were collected using the method of observation with recording and note-taking techniques. The classified data were analysed using the descriptive qualitative method. The results show that the deixes in Indonesian leanguage with Ambon dialect consist of the first singular and plural personal pronoun, second singular and plural pronoun, third singular and plural personal pronoun, and personal pronouns of kinsip lexeme. Deiksis persona bahasa Indonesia dialek ambon banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis persona bahasa Indonesia dialek Ambon. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan yang secara objektif. Data dalam penelitian berupa data lisan yang bersumber dari tindak komunikasi masyarakat kota Ambon dan sekitarnya yang terdiri atas semua rentan usia, yang menggunakan bahasa Indonesia dialek Ambon. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi melalui teknik rekam dan catat. Data yang telah diklasifikasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis bahasa Indonesia dialek ambon terdiri atas pronomina persona pertama tunggal dan jamak, pronomina persona kedua tunggal dan jamak, pronomina persona ketiga tunggal dan jamak, dan pronomina persona leksem kekerabatan.
RELASI KEKERABATAN BAHASA HITU, WAKAL, MORELA, MAMALA, DAN HILA DI PROVINSI MALUKU [The Family Relationship Language Hitu, Wakal, Morela, Mamala, and Hila in Maluku Province] Taufik Salamun
TOTOBUANG Vol. 6 No. 1 (2018): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.08 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v6i1.66

Abstract

This study aimed to describe the   cognate words based on the determined criterion of  relative word and determine the percentage of kinship towords Hitu, Wakal, Morela, Mamala, and Hila language. This study used descriptive qualitative and quantitative approach. The data were collected through interview techniques and field note method. The data that had been obtained were classified and described qualitatively and quantitatively by using calculational lexicostatistic  formula. The results showed that the pair of relative word  in the language of Hitu, Wakal, Morela, Mamala, and Hila could  be reviewed by the pairs of identical, correspondences phonemic, phonetic resemblance, a different phoneme, and deleted phonemes. Based on the calculational lexicostatistic , the percentage of Hitu-Hila language kinship was in the highest level of kinship, which wa 90% and had been categorized as a dialect . While the lowest percentage of kinship wasWakal-Morela with the percentage of kinship about 77% and had been categorized as sub-family language.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata-kata kognat berdasarkan kriteria penentuan kata kerabat dan menentukan tingkat persentase kekerabatan bahasa Hitu, Wakal, Morela, Mamala, dan Hila. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui metode pupuan lapangan dengan teknik wawancara dan catat. Data yang telah diperoleh kemudian diklasifikasi dan selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan leksikostatistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan kata kerabat pada bahasa Hitu, Wakal, Morela, Mamala, dan Hila dapat ditinjau berdasarkan pasangan kata identik, korespondensi fonemis, kemiripan secara fonetis, satu fonem beda, dan pelesapan fonem. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, persentase kekerabatan bahasa Hitu-Hila menduduki tingkat kekerabatan tertinggi, yaitu 90% dan dikategorikan sebagai satu bahasa dialek. Sedangkan persentase kekerabatan terendah, yaitu bahasa Wakal-Morela dengan persentase kekerabatan sebesar 77% dan dikategorikan sebagai subkeluarga bahasa.